Kemendikbud Respons Protes terhadap 'Dilan 1991' di Makassar

Antara, CNN Indonesia | Jumat, 01/03/2019 13:28 WIB
Kemendikbud Respons Protes terhadap 'Dilan 1991' di Makassar 'Dilan 1991' dianggap menampilkan adegan yang tak patut dan melanggar hukum. (dok: Max Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merespons gerakan protes terhadap film Dilan 1991 di Makassar. Kepala Pusat Pengembangan Film Kemendikbud Maman Wijaya mengatakan, Dilan 1991 telah lulus sensor. Artinya, film itu dianggap layak tayang.

Ia juga mengimbau agar jika ada protes terhadap film tertentu, disalurkan dengan benar.

"Film-film yang beredar di bioskop dipastikan sudah melalui prosedur sesuai peraturan yg berlaku, seperti sudah dinyatakan lulus sensor oleh Lembaga Sensor Film (LSF) untuk kategori usia tertentu. Termasuk film Dilan 1991 ini," ujar Maman, Jumat (1/3).



Sehingga, jika ada protes sebaiknya disalurkan pada LSF yang meloloskan film itu.

Ia menilai Dilan 1991 justru punya pencapaian yang luar biasa. Film yang masih dibintangi Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla itu berhasil mendapatkan 800 ribu penonton dalam debutnya, Kamis (28/2) dan Minggu (24/2). Itu menjadi sejarah baru perfilman Indonesia.

Jumlah penjualan tiket Dilan 1991 bahkan mengalahkan Avengers: Infinity War April 2018.


Namun ada sebagian pihak yang berusaha memboikot film yang diangkat dari buku Pidi Baiq itu. Sejumlah orang di Makassar, Sulawesi Selatan menggelar aksi menolak Dilan 1991 di gedung bioskop XXI, Mal Panakukang Makassar. Aparat kepolisian sampai harus turun tangan.

Dilan 1991 dianggap menampilkan adegan yang tak patut dan melanggar hukum. Para demonstran juga menyebut ada adegan yang tidak layak untuk budaya Bugis Makassar di film itu.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah mahasiswa di Makassar menolak Dilan 1991 karena dianggap tidak memuliakan posisi guru. Penolakan pun disampaikan ke Dinas Pendidikan Makassar.

(Antara/rsa)