Pihak Kepolisian Diduga Terlibat dalam Kasus Seungri

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 13/03/2019 20:44 WIB
Pihak Kepolisian Diduga Terlibat dalam Kasus Seungri Berturt-turut, Seungri menghadapi semakin banyak masalah terkait hukum. (Foto: dok. YG Entertainment)
Jakarta, CNN Indonesia -- Belum selesai keterkejutan publik mendengar kasus yang membelit pesohor Seungri dari BIG BANG, SBS funE yang pertama kali menurunkan tulisan yang kemudian berkembang luas ini kembali memuat artikel eksklusif yang tak kalah mengagetkan.

Kang Kyung Yoon dari SBS funE kini menulis artikel dugaan keterlibatan polsi, Seungri dan beberapa orang lain dalam percakapan di KakaoTalk.

Setelah menerima data KakaoTalk dari pengacara Bang Jung Hyun pada 22 Februari lalu, Divisi Survei dan Evaluasi Anti-Korupsi dari Komisi Anti-Korupsi dan Hak-Hak Sipil menganalisa data tersebut selama 15 hari, sebelum memindahkan temuan itu ke Kantor Kejaksaan Agung pada 12 Maret.


Melansir dari Soompi, Bang Jung Hyun menjelaskan dalam wawancara dengan SBS pada Selasa (12/3) bahwa ada pihak berwajib yang terlibat.


"Data itu menunjukkan koneksi dengan beberapa otoritas pemerintah, dan saya sangat mencurigai adanya koneksi dengan polisi. Saya jadi ragu bagaimana adilnya investigasi yang berjalan saat ini jika saya menyerahkannya kepada polisi," kata Jung Hyun.

Dilaporkan oleh SBS funE, pada Juli 2016 Seungri membuka kelab bernama Monkey Museum di distrik Gangnam di Seoul. Sehari sesudahnya, polisi mendatangi kelab tersebut dan Seungri disebut menjalani pemeriksaan karena dianggap memiliki struktur ilegal.

Dalam percakapan itu, seseorang yang disebut sebagai Mr.Kim menjadi lawan bicara Seungri. Mr.Kim dicurigai sebagai orang yang sama dengan yang mengirimkan prostitusi ke kamar hotel ketika dirinya dan Seungri mengatur penyediaan pendamping seksual untuk para investor bisnis.

Mr.Kim juga dituduh terlibat dalam penyebaran rekaman kamera tersembunyi dalam percakapan dengan bintang televisi Jung Joon Young.

Seungri tampaknya terjebak dalam lumpur isap masalah semakin dalam. (Foto: Jaky Mtz/Wikipedia)

SBS funE menyatakan bahwa mereka mencurigai keterlibatan pihak berwajib sejak Mr.Kim menyebut Komisaris Jenderal Kepolisian yang dalam bahasa Korea berarti 'Kepala Polisi'. Perkara apakah ia merujuk pada Komisaris Jenderal pada waktu itu di tahun 2016, atau Komisaris dari Badan kepolisian Metropolitan Seoul, hal itu belum dipastikan.

Investigasi lebih lanjut diharapkan dalam mengungkapkan apakah Mr.Kim hanya salah melapor kepada Seungri, atau mereka memang memiliki hubungan nyata dengan pejabat tinggi polisi.

SBS funE disebut telah menghubungi Mr.Kim untuk mendapatkan jawaban, namun gagal. Namun mereka berhasil mengontak CEO Yoo, yang membenarkan dirinya ada di acara pembukaan kelab Monkey Museum.

"Ya, saya ada di pembukaan Monkey Museum. Tetapi saya tak tahu sumber apapun dari polisi. Saya tidak tahu Komisaris Jenderal atau Komisaris dari Kantor Polisi Metropolitan Seoul, dan saya belum pernah bertemu atau berada di tempat yang sama dengan mereka," katanya.


Melalui pengacaranya, Seungri mengeluarkan pernyataan, "Monkey Musem pernah menerima hukuman pidana dan denda karena melanggar Undang-Undang Sanitasi Makanan sebelumnya. Tidak benar bahwa ia [Seungri] berusaha menutupi penyelidikan polisi."

Sementara itu, Komisaris Jenderal Badan Kepolisian Nasional Korea saat ini, Min Gap Ryong telah mengadakan konferensi pers pada Rabu (13/3). Ia menegaskan, dirinya akan mengambil tindakan yang diperlukan jika memang benar ada keterlibatan polisi di dalamnya.

"Saya akan memeriksa dengan seksama untuk mengetahui apakah ada insiden yang melibatkan polisi pada saat itu," ujar Gap Ryong.

SBS pun berjanji akan terus memantau perkembangan kasus ini terkait kecurigaan lebih lanjut tentang koneksi dengan polisi yang terdapat dalam pembicaraan di KakaoTalk.

[Gambas:Video CNN] (rea)