FOTO: Sak Yant, Rajah Berbalut Mistis

Reuters, CNN Indonesia | Minggu, 17/03/2019 05:34 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Seni tato Sak Yant dari Thailand bukan sekedar rajah. Diyakini sebagai perpaduan seni dan ajaran Buddha.

Masyarakat Thailand mempunya tradisi merajah tubuh berjuluk Sak Yant. Tato itu bukan sekedar gaya, tetapi diyakini mempunyai nilai spiritual. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Cara mendapatkan rajah Sak Yant dalah dengan hadir di Upacara Wai Khru yang digelar setiap Maret di Kuil Wat Bang Phra, Provinsi Nakhom Pathom. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Yang boleh merajah Sak Yant hanya pendeta Buddha. Sebab setiap aksara yang ditorehkan di tubuh diyakini suci dan menjadi kekuatan spiritual. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Tato Sak Yant merupakan perpaduan antara ajaran Buddha dan seni. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Saat ini, tato itu juga diyakini bisa berfungsi untuk menguatkan karisma, memudahkan rezeki, dan menambah kekuatan penggunanya. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Upacara Wai Khru dihadiri oleh para pengguna rajah Sak Yant untuk menghormati guru spiritual mereka. Bahkan tidak jarang dari mereka kesurupan ketika menjalankan ritual. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Cara membuat rajah Sak Yant juga masih tradisional. Yakni dengan tongkat bambu berujung jarum, dan tintanya berasal dari campuran batu bara serta bisa ular. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Daya tato Sak Yant bakal memudar seiring waktu. Makanya para penggunanya berkumpul di Upacara Wai Khru setiap Maret untuk meminta supaya rajah mereka kembali dimantrai oleh para pendeta. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Dahulu pengguna tato Sak Yant hanya para jawara yang berperang. Mereka yakin rajah itu bisa melindungi. Kini penggunanya mulai dari dokter hingga penjahat. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Para Ajarn (ahli tato) hanya akan menerima seribu orang yang hendak memiliki rajah Sak Yant setiap tahun. (REUTERS/Athit Perawongmetha)