Kaum Milenial Diajak Tidak Golput Lewat Konser Musik

CNN Indonesia | Minggu, 07/04/2019 08:54 WIB
Kaum Milenial Diajak Tidak Golput Lewat Konser Musik Ilustrasi konser musik. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam Pemilu 2019 kaum milenial mendapat sorotan karena jumlahnya yang cukup signifikan dalam hajatan lima tahunan ini.

Namun berdasarkan survey Juene & raccord, kaum milenial yang tak menggunakan hak pilih alias golput pada Pemilu 2019 diprediksi mencapai angka di atas 40 persen.

CEO Jeune & Raccord Communication, Monica JR, mengatakan alasan terbesar milenial untuk golput pada pilpres 2019 adalah apatis dan tidak peduli politik.


"Alasan terbesar adalah mereka merasa tidak perlu datang ke TPS yang mencapai 65,4 persen, sementara 25,3 persen karena tidak tahu jadwal pilpres. Sisanya adalah berbagai alasan yang tidak begitu signifikan," kata Monica JR dalam jumpa pers di kawasan Cikini, Jakarta, Kamis (4/4).

Hal inilah yang menjadi alasan We The Youth untuk mengadakan Pesta Demokreasi demi membangkitkan kesadaran kaum muda.

Direktur Eksekutif We The Youth, Ratu Dyah Ayu Widyaswari, mengatakan acara ini ditunjukkan bagi kalangan milenial Indonesia agar lebih menyadari pentingnya kontribusi suara mereka terhadap arah masa depan bangsa.



"Acara Pesta Demokreasi pengen ngebuat kayak teaser menuju pemilu yang sesungguhnya yang akan diadakan pada tanggal 17 April 2019 dan acara ini kita ajak anak muda biar mereka mau milih," kata Widy dalam acara Pesta Demokreasi, Sabtu (6/4).

Mengenai alasan dipilihnya konser sebagai medium acara, Widy menuturkan kaum muda lebih dekat dengan musik.

"Karena musik itu lebih dekat dengan anak muda penetrasinya lebih cepet masuk dan ada talkshownya juga mengenai kenapa anak muda harus menggunakan hak pilihnya," ujar Widy dalam acara Pesta Demokreasi, Sabtu (6/4).

Tak hanya musik, Widy melanjutkan, We The Youth mengajak beberapa Komunitas yang ada di Jakarta, Influencer, serta public figure.

"Mereka [Komunitas, influencer, dan public figure] juga akan ngomong kayak gunakan hal pilih kalian siapapun pilihannya dan siapapun yang menang kita tetep Indonesia," ucap Widy.



Menurut Widy antusiasme kalangan muda yang akan mengikuti acara ini sangat besar, hal ini dapat dilihat dari petisi yang telah diisi oleh tujuh puluh satu ribu orang.

CNNIndonesia.com mencoba mencari kalangan milenial yang berada di kawasan Senayan, namun tidak akan mengikuti acara yang diselenggarakan We The Youth.

Seperti Aina warga Jakarta yang bekerja di Bandung dan hendak akan pergi ke Senayan City untuk bertemu temannya mengaku tidak akan mengikuti pemilu 2019.

"Kayaknya aku golput soalnya belom ngurus pemindahan gitu ribet soalnya," kata perempuan berusia 23 tahun.

Aina sebelumnya tidak mengetahui batas waktu untuk mengurus pemindahan TPS. Namun, setelah tahu KPU memperpanjang waktu pemindahan TPS ia berharap sempat mengurusnya.

"Oh iya ya? Semoga sempet urusnya," ucap Aina.



Aina mengatakan jika sempat mengurus proses pemindahan TPS ia sudah menetapkan pilihannya.

Walaupun ia tidak tahu mengenai batas waktu mengurus pemindahan TPS, Aina tahu kapan akan dilaksanakannya pemilu serentak 2019 mendatang.

"Tau dong tanggal 17 April nanti kan," ujar Aina.
[Gambas:Video CNN] (sas/agr)