FOTO: Festival Ching Ming untuk Mengingat Leluhur di China

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 09/04/2019 07:01 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Bertujuan mengingat dan menghormati leluhur, Festival Ching Ming di China merupakan tradisi yang telah mengakar selama ribuan tahun.

Saat Festival Ching Ming tiba, keluarga-keluarga di China mengunjungi makam leluhur untuk membersihkan kuburan, berdoa dan mengadakan persembahan ritual. (Photo by Anthony WALLACE / AFP)
Persembahan biasanya berupa hidangan masakan tradisional, membakar dupa dan kertas dupa. (Photo by Anthony WALLACE / AFP)
Festival Ching Ming bertujuan untuk mengakui penghormatan tradisional leluhur dalam budaya China. (Photo by FRED DUFOUR / AFP)
Selama lebih dari 5.000 tahun, anggota keluarga kekaisaran, bangsawan, pedagang dan petani China telah berkumpul untuk mengingat kehidupan mereka yang telah meninggal. (Photo by FRED DUFOUR / AFP)
Mereka mendoakan para leluhur dengan konsep kehidupan setelah kematian yang dipercaya di China, serta meneruskan kenangan kepada kerabat yang masih hidup. (Photo by Anthony WALLACE / AFP)
Tradisi ini mempunyai sejarah panjang di Asia dan diterapkan di banyak negara termasuk Malaysia, Singapura dan Indonesia. (Photo by Anthony WALLACE / AFP)
Untuk keluarga-keluarga keturunan China di benua lain, Ching Ming berkembang menjadi tradisi yang dirayakan bersama keluarga, sebuah acara yang wajib dihadiri. (Photo by Anthony WALLACE / AFP)
Ada beberapa perbedaan cara mengenang leluhur di festival Ching Ming di negara-negara yang juga berbeda. Misalnya, Malaysia biasanya memulai tradisi lebih pagi. (Photo by Anthony WALLACE / AFP)
Untuk cara lebih tradisional, keluarga juga akan membakar uang buatan serta replika barang-barang yang dibentuk menyerupai mobil, rumah atau telepon yang dibuat dari kertas. (Photo by Anthony WALLACE / AFP)
Orang-orang berjalan melewati batu nisan di sebuah kuburan di dekat bangunan yang digunakan sebagai residensi selama Festival Ching Ming, di Hong Kong pada 5 April 2019. (Photo by Anthony WALLACE / AFP)