Musisi Bob Dylan Buka 'Perpustakaan' Wiski pada 2020

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 11/04/2019 07:29 WIB
Musisi Bob Dylan Buka 'Perpustakaan' Wiski pada 2020 Bob Dylan disebut akan membuka tempat penyulingan wiski sekaligus tempat konser pribadi. (AFP PHOTO / FRED TANNEAU)
Jakarta, CNN Indonesia -- Musisi Bob Dylan dilaporkan mengembangkan bisnis dengan membuka tempat konser dan tempat penyulingan pribadi di Nashville, AS. Tahun lalu, ia sempat merilis merk wiski bernama Heaven's Door.

Kedua usaha barunya akan diberi nama serupa dengan nama wiski di atas. Heaven's Door Distillery And Center For The Arts direncanakan buka pada musim gugur 2020. Dilansir dari Associated Press, tempat tersebut juga terdiri dari 'perpustakaan wiski', restoran dan ruang untuk tampil dengan kapasitas 360 orang.

Lukisan-lukisan dan patung buatan tangan Dylan disebut akan dipajang di lokasi terbaru itu, yang mana sekaligus merayakan 50 tahun album kesembilan Dylan, 'Nashville Skyline'.


Di awal 2019, Martin Scorsese mengumumkan dirinya bakal menggarap dokumentasi konser Dylan untuk Netflix di bawah tajuk 'Rolling Thunder Revue: A Bob Dylan Story'. Variety melaporkan dalam film dokumenter itu Dylan mengumpulkan sejumlah kolaborator dan musisi, termasuk Joan Baez dan Mick Ronson.


Menurut Netflix, sebagian 'Rolling Thunder Revue' berisi dokumentasi, sebagian lagi film konser dan sebagian lain adalah mimpi. Mereka belum mengumumkan tanggal rilis film tersebut.

Dylan sendiri dijadwalkan kembali ke Inggris pada bulan Juli mendatang untuk mendampingi Neil Young. Pria 77 tahun itu masih aktif bermusik setelah lebih dari enam dekade.

Dylan, lahir dengan nama Robert Allen Zimmerman, adalah seorang seniman yang menjadi figur populer melalui berbagai karya seni, tak hanya lagu semata. Kesuksesannya meliputi penjualan 100 juta kopi rekaman, delapan buku yang berisi gambaran dan lukisannya, dan berbagai tur yang tiketnya selalu terjual habis.

Namun Dylan bukanlah musisi biasa. Mengoleksi puluhan piala penghargaan, pada 2012 ia menerima Presidential Medal of Freedom dan terbaru, Nobel Prize in Literature pada 2016 silam, lantaran kemampuannya membuat ekspresi puisi dengan lagu-lagu Amerika tradisional.

(rea)