'Ave Maryam' Sukses Jual 77 Ribu Tiket di Tengah Isu Sensor

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 25/04/2019 19:50 WIB
'Ave Maryam' Sukses Jual 77 Ribu Tiket di Tengah Isu Sensor 'Ave Maryam' sukses jual 77 ribu tiket. (Screenshot via Youtube/@ Ave Maryam Movie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Film Ave Maryam ternyata menuai penonton. Di tengah perbincangan soal adegan erotis yang dipotong sensor, film yang dibintangi Maudy Koesnaedi itu telah menjual 77 ribu tiket sejak dirilis pada 11 April lalu.

Itu disampaikan sutradara Ertanto Robby yang ditemui CNNIndonesia.com usai konferensi pers penyelenggaraan Asia Africa Film Festival di Kemang, Jakarta, Rabu (24/4).

"Dari 11 April sampai hari ini sudah di luar ekspektasi kita, kalau enggak salah sudah 77 ribu [penonton], enggak menyangka sih," katanya dengan bangga.



Sebanyak 77 ribu tiket yang terjual itu berasal dari 30 layar bioskop di Indonesia, termasuk dari jaringan XXI, Cinemaxx dan CGV Cinemas. Padahal Ave Maryam hanya diputar di Jakarta, Medan, Yogyakarta, Semarang, Surabaya serta Bandung.

Film itu juga diputar di beberapa film festival. Saat pemutaran perdana dan selama di Plaza Indonesia Film Festival, Ave Maryam selalu penuh penonton.

"Ya senang, berarti kita diapresiasi, sebagai filmmaker karyanya diapresiasi senang, bersyukur, mudah-mudahan masyarakat Indonesia semakin mencintai film Indonesia," tuturnya.


Meski Ave Maryam bercerita tentang biarawati, kata Robby, ia tidak menargetkan filmnya hanya ditonton kalangan tertentu. Sejauh ini, menurut pantauannya, yang menonton film yang juga dibintangi aktor Chicco Jerikho itu justru banyak umat non-Katolik.

"Muslim juga banyak yang nonton karena memang mereka semua bisa nerima. Ini film manusiawi banget yang bisa dirasain semua orang, enggak cuma satu golongan saja," jelas Robby.

Ave Maryam kini menjadi salah satu film Indonesia yang diputar di Asia Africa Film Festival yang digelar 24-28 April 2019. Selain Ave Maryam, festival itu juga menayangkan Kado, Tengkorak, Laut Bercerita, dan Nyai.


Asia Africa Film Festival memutar film panjang, film pendek serta dokumenter dari 11 negara di Asia dan Afrika ditampilkan, termasuk dari Tanzania, Nigeria, Ghana, Mesir, Mali, Indonesia, India, Palestina, Filipina, Jepang, dan China.

Terdapat 18 film yang akan ditayangkan. (sas/rsa)