Film Netflix Masih Bisa Masuk Oscar Tahun Depan

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 25/04/2019 12:31 WIB
Film Netflix Masih Bisa Masuk Oscar Tahun Depan Netflix kini bisa bersantai kembali. Rencana pelarangan film-film layanan streaming masuk Oscar tahun depan dibatalkan. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Netflix kini bisa bersantai kembali. Hasil pertemuan petinggi dan pengurus the Academy of Motion Pictures Arts and Sciences (AMPAS) selaku penyelenggara Oscar memastikan belum ingin mengubah peraturan yang ada.

Hasil tersebut memungkinkan film-film karya Netflix dan layanan streaming lainnya masih bisa berlaga di ajang penghargaan perfilman tertinggi dunia tersebut. Meskipun, disebut Variety, Netflix akan merasakan perlakuan lebih keras demi Oscar.

Pertemuan badan gubernur AMPAS pada Selasa (23/4) memutuskan status quo yang berarti film berdurasi panjang mana pun bisa dipertimbangkan masuk Academy Awards selama masih mengikuti peraturan yang ada.



Menurut peraturan terakhir, the Academy Awards ke-91, film yang dianggap memenuhi syarat untuk diseleksi di antaranya adalah berdurasi paling singkat 40 menit; ditayangkan terbuka untuk publik dalam format 35 mm atau 70 mm; ditayangkan secara berbayar di wilayah Los Angeles untuk film komersial; ditayangkan di layar setidaknya selama tujuh hari, minimal tiga waktu per harinya, dengan minimal satu penayangan pada waktu 6-10 malam.

Pertemuan dan peraturan tersebut menegaskan bahwa film yang juga tayang di platform alternatif seperti streaming pada atau setelah hari pertama penayangan memenuhi syarat untuk diseleksi.

"Kami mendukung pengalaman teatrikal sebagai bagian integral dari seni perfilman, dan ini isu penting dalam diskusi kami," kata presiden AMPAS, John Bailey dalam pernyataannya.

Steven Spielberg, sineas kawakan sekaligus petinggi the Academy yang mendorong pelarangan film layanan streaming masuk Oscar.Steven Spielberg mendorong pelarangan film layanan streaming masuk Oscar. (REUTERS/Mario Anzuoni)

"Peraturan kami mensyaratkan penayangan teatrikal, dan juga mengikuti seleksi dewan film untuk bisa masuk dalam pertimbangan Oscar," lanjutnya.

"Dewan akan mempelajari lebih lanjut perubahan mendalam yang terjadi dalam industri kami," tambah Bailey.

Hasil pertemuan ini melegakan bagi Netflix sejak akhir Academy Awards 91 atau Oscar 2019 layanan streaming tersebut dipandang sinis karena film produksinya, Roma, menyabet banyak kemenangan.


Salah satunya datang dari sineas kawakan sekaligus petinggi dalam AMPAS, Steven Spielberg yang mendukung ada perubahan dalam peraturan sehingga film hasil produksi layanan streaming sulit masuk dan memenangkan Oscar.

Spielberg sebelumnya memang menunjukkan ketidaksetujuan dirinya akan penerimaan film Netflix di ajang perfilman seperti Oscar. Menurutnya, film-film yang tayang di layanan seperti Netflix masuk ke ajang Emmy.

"Sekali Anda berkomitmen pada format televisi, Anda adalah film televisi. Anda tentu saja, jika ini pertunjukan yang bagus, pantas mendapatkan Emmy, tapi bukan Oscar," katanya kala diwawancara dengan ITV News tahun lalu.

Film 'Roma' karya Alfonso Cuaron produksi Netflix.Film 'Roma' karya Alfonso Cuaron produksi Netflix. (dok. Netflix)

Rencana memblokade Netflix dan layanan streaming ini pun mendapat serangan balik dari perusahaan hiburan raksasa tersebut.

"Kami cinta film. Ini beberapa hal yang juga kami cintai. Akses untuk orang-orang yang tidak selalu sanggup membayar, atau tinggal di kota tanpa bioskop," kata Netflix mengawali, beberapa bulan lalu.

Netflix melanjutkan, mereka juga cinta membiarkan semua orang, di mana pun, bisa menikmati rilis film di waktu yang sama. Tak ketinggalan, mereka juga suka memberi sineas kesempatan lebih untuk bisa berbagi karya, dalam hal ini film, atau yang disebut Netflix "seni."

"Hal-hal ini tidak berdiri sendiri," Netflix menegaskan.


Ubah Nama

Di sisi lain, pertemuan yang sama juga menghasilkan keputusan baru bagi penyelenggaraan Oscar tahun depan. Kategori Best Foreign Language Film kini berganti nama menjadi Best International Feature Film.

"Kami telah menyadari bahwa referensi ke 'Foreign' [asing] itu ketinggalan zaman dengan komunitas perfilman global," kata Larry Karaszewski dan Diane Weyermann, ko-kepala dari komite film panjang internasional.

"Kami percaya bahwa International Feature Film lebih baik dalam mewakilkan kategori ini, dan mempromosikan sebuah pandangan inklusif dan positif dari perfilman, dan seni dari film sebagai sebuah pengalaman universal." lanjutnya, dikutip dari Variety.

(end)