Penembakan Christchurch Selandia Baru Diangkat Jadi Film

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 16/05/2019 09:28 WIB
Penembakan Christchurch Selandia Baru Diangkat Jadi Film Peristiwa penembakan massal di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, bakal diangkat menjadi sebuah film bertajuk 'Hello Brother'. (REUTERS/SNPA/Martin Hunter)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peristiwa penembakan massal di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, bakal diangkat menjadi sebuah film bertajuk 'Hello Brother'. Kabar tersebut diumumkan di sela acara Festival Film Cannes 2019, Rabu (15/5), waktu setempat.

Film tersebut akan dibuat oleh produser asal Mesir, Moez Masoud. Hello Brother disebut Masoud akan mengisahkan sebuah keluarga yang terbang dari Afghanistan ke Christchurch untuk menyelamatkan diri namun justru terjebak dalam insiden memilukan itu.

"Di Christchurch, pada 15 Maret, dunia menyaksikan sebuah kejahatan tak terucapkan atas kemanusiaan," kata Masoud kepada Variety.


Masoud mengatakan timnya kini sedang berada di Selandia Baru untuk bertemu dengan keluarga korban dan penyintas insiden tersebut.


"Kisah yang Hello Brother akan bawa kepada penonton hanyalah satu langkah dalam proses penyembuhan sehingga kita semua bisa memahami lebih baik satu sama lain, dan akar masalah dari terorisme, supremasi, rasisme, dan kebencian," katanya.

Judul film ini diambil berdasarkan ucapan seorang jemaat sepuh asal Afghanistan yang menyambut pelaku penembakan massal di pintu masjid Al Noor, Christchurch.

Jemaat pria itu diketahui tewas ditembak. Namun ucapannya dikutip seluruh dunia untuk menyerukan perlawanan terhadap aksi kebencian.

Kabar dari kegiatan produksi diumumkan di hari kedua Festival Film Cannes, dua bulan setelah kejadian mengerikan tersebut terjadi.


Asosiasi Muslim Canterbury yang berdomisili di Christchurch pun membuka suara atas kabar tersebut. Ormas perwakilan muslim di negara tersebut mengaku belum dihubungi terkait proyek film itu.

"Kami belum mendapatkan pengajuan tentang ini ataupun persetujuan terkait proyek tersebut," kata lembaga itu meskipun mengakui seorang pria diketahui datang ke masjid Al Noor dan secara samar membahas soal film kejadian tersebut.

"Kami tidak dapat menghentikan proyek semacam itu bila para sineas berkeinginan untuk membuatnya, namun Asosiasi Muslim Canterbury menghargai kehormatan dan privasi komunitas kami dan martabat mereka yang hidup sebagai yang terutama," lanjut pernyataan tersebut.

Film 'Hello Brother' yang mengisahkan insiden penembakan massal Christchurch itu akan turut ditulis oleh Masoud dan bakal dikerjakan oleh perusahaannya, Acamedia Pictures.

[Gambas:Video CNN]

Korban tewas dalam peristiwa penembakan di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, diketahui sebanyak 51 orang. Hal itu disebabkan seorang warga Turki yang sempat kritis mengembuskan napas terakhir.

Pada 15 Maret lalu, seorang warga Australia yang bermukim di Selandia Baru, Brenton Harrison Tarrant, menembaki seluruh orang yang hendak salat Jumat di dua masjid di Christchurch, yakni Masjid Al-Noor dan Lindwood. Aksinya disiarkan secara langsung di akun Facebooknya.

Dia didakwa 89 tuduhan yakni 50 kasus pembunuhan dan 39 percobaan pembunuhan.

Tak lama setelah penembakan, pemerintah Selandia Baru mengesahkan revisi Undang-Undang Senjata Api.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengatakan pemerintah bakal melarang senapan kepemilikan dan penggunaan senjata api otomatis dan semi-otomatis. Pemilik senjata itu harus menyerahkannya kepada polisi dan mereka akan mendapat ganti rugi sesuai usia dan kondisi senjata. (end)