Fan Petisi 'Game of Thrones' Musim 8 agar Diproduksi Ulang

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 16/05/2019 21:41 WIB
Fan Petisi 'Game of Thrones' Musim 8 agar Diproduksi Ulang Banyak penggemar tak suka episode terbaru 'Game of Thrones.' (Dok. HBO Asia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Episode terbaru Game of Thrones musim kedelapan tampaknya benar-benar mengecewakan sebagian pencinta serial tersebut. Setelah mendapatkan rating review terburuk di situs Rotten Tomatoes, kini penggemar bergerak meluapkan kekecewaannya lewat sebuah petisi.

Mereka mengajukan petisi di Change.org agar para kreator serial fantasi yang diadaptasi dari novel George RR Martin itu membuat ulang seluruh episode musim kedelapan, setelah apa yang terjadi di episode 5. Pada episode yang berjudul 'The Bells,' sisi kelam karakter Daenerys Targaryen ditampilkan. Ia meluluhlantahkan King's Landing, termasuk warga sipil.

Kematian karakter jahat Cersei Lannister pun disebut gagal memuaskan penonton, meski ia sebenarnya telah 'meneror' sejak musim pertama. Lena Headey yang memerankan karakter itu sendiri mengaku tak sepenuhnya setuju dengan cara Cersei Lannister mati.



Penggemar pun menganggap bahwa kreator terlalu terburu-buru membawa alur cerita di babak terakhir serial ini. Itu ditunjukkan dengan jumlah episode yang disuguhkan dan alur cerita yang dianggap terlalu cepat sehingga meninggalkan banyak kejanggalan.

Hingga Kamis (16/5) siang, petisi yang digagas oleh Dylan D. telah ditandatangani lebih dari 200 ribu orang.

"David Benioff dan D.B. Weiss telah membuktikan diri mereka sebagai penulis tidak kompeten yang menyedihkan ketika mereka tidak memiliki sumber [buku-buku] untuk menulis. Seri ini pantas mendapatkan musim terakhir yang masuk akal. Taklukkan ekspektasi saya dan wujudkanlah, HBO!" tulis penggagas petisi itu pada keterangannya.

Penggemar menerbitkan petisi untuk 'Game of Thrones.'Penggemar menerbitkan petisi untuk 'Game of Thrones.' (Screenshot via www.change.org)
Meski banyak yang kecewa, episode 5 musim kedelapan Game of Thrones telah berhasil menjadi yang paling banyak ditonton dalam sejarah program yang tayang sejak 2011 itu.

Pemeran Euron Greyjoy Pilou Asbæk baru-baru ini menanggapi reaksi negatif penonton dengan mengatakan, "Keragaman penggemar dan hasrat yang mereka bawa sangat mengagumkan."

"Ada orang yang berkata, 'Ini adalah pertunjukan terbesar yang pernah dibuat,' dan ada juga yang berkata, 'Saya benci pertunjukan ini. Saya selalu membencinya. Saya ingin buku sekarang,'" lanjutnya.

Ia menyimpulkan, tim kreatif tidak akan pernah bisa memuaskan semua orang.


"Tetapi kau ingin mereka berkomitmen pada pertunjukan, bahkan soal mereka tidak menyukainya. Ada seorang pria bernama PT Barnum yang berkata, 'There's no such thing as bad press, there's only press,'" imbuhnya dengan bijak.

Episode terakhir Game of Thrones akan tayang pada Senin pekan depan pukul 08.00 WIB. Kisahnya akan berfokus pada kehidupan setelah amukan Daenerys Targaryen dan kini King's Landing berada di bawah kekuasaannya. Penentuan siapa yang menduduki Iron Throne pun kemungkinan besar terungkap dalam episode tersebut. (agn/rsa)