Polisi Punya Bukti YG Sediakan Jasa Prostitusi

CNN Indonesia | Jumat, 28/06/2019 23:37 WIB
Polisi Punya Bukti YG Sediakan Jasa Prostitusi Polisi disebut memiliki bukti baru yang menyebut bahwa mantan bos YG Entertainment, Yang Hyun-suk (YG) menyediakan jasa prostitusi bagi investor asing. (Dok. YG Entertainment via Wikipedia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kasus mantan bos YG Entertainment, Yang Hyun-suk atau yang dikenal sebagai YG mengalami perkembangan baru. Pihak kepolisian menyebut mendapatkan bukti bahwa YG menyediakan jasa prostitusi bagi para investor.

Dilaporkan media JTBC, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap para tamu yang menghadiri acara makan malam yang diadakan oleh YG pada bulan Juli 2014.

Polisi juga telah mendapatkan konfirmasi bahwa YG menyediakan jasa prostitusi pada malam itu.


Berdasarkan laporan MBN via Naver, polisi mendapatkan catatan dari pihak imigrasi dan mengonfirmasi bahwa YG menyediakan jasa prostitusi untuk investor asing.

YG sebelumnya telah menjalani pemeriksaan panjang pada Rabu (26/6) terkait kasus penyediaan prostitusi untuk investor itu. Ia kedapatan tiba di kantor Kepolisian Seoul pada Rabu sore dan baru meninggalkan tempat itu pada Kamis (27/6) dini hari.


Terkait kasus ini, musisi PSY yang dulu tergabung dengan YG Entertainment juga diminta keterangannya oleh pihak Kepolisian Seoul pada Senin (24/6).

Pemeriksaan pelantun 'Gangnam Style' itu berlangsung hingga sembilan jam guna memverifikasi dugaan 'bantuan' seksual oleh para pekerja seks. Para PSK itu disediakan pada acara jamuan makan malam Juli 2014.

Namun sebelum dipanggil oleh kepolisian pada Rabu, YG masih bersikukuh tidak bersalah. Ia mengatakan itu kepada para karyawan YG Entertainment.

"Saya merasa bahwa laporan-laporan yang mengelilingi tuduhan tentang prostitusi sangat tidak adil. Saya tidak merasa malu sedikitpun. Tidak perlu kaget," kata YG yang dikutip sumber Allkpop.

YG memutuskan mundur dari agensi yang ia bentuk sendiri pada 14 Juni lalu setelah berbagai kekisruhan dan skandal mewarnai para selebritas dan perusahaan di bawah naungannya.


"Ini Yang Hyun Suk. Saya benar-benar meminta maaf pada penggemar YG dan semua artis. Saya meminta maaf kepada kalian semua, karyawan kami, yang tetap bekerja di tengah kejadian ini," kata YG dalam pernyataannya, kala itu.

Skandal YG ini mulai terkuak setelah pemimpin iKon, B.I, dituduh membeli LSD dan ganja pada 2016 silam. Laporan yang pertama kali dirilis Dispatch itu berbuntut panjang. Tak lama, B.I mengumumkan pengunduran diri dari iKon.

YG yang tadinya sempat membantah adanya penggunaan narkoba di kalangan artisnya, akhirnya mengkonfirmasi mereka telah mengakhiri kontrak eksklusif bersama B.I.

Dari sana, kasus terus menggurita, menyeret Han Seo Hee mantan trainee YG yang disebut-sebut terlibat dalam kasus ganja T.O.P Big Bang pada 2016, dan akhirnya, Yang Hyun Suk. Pria 49 tahun itu dituduh terlalu melindungi artis-artisnya dengan kebohongan demi kebohongan. (taj/end)