Dikritik, Netflix Kurangi Adegan Rokok di Stranger Things

CNN Indonesia | Minggu, 07/07/2019 01:28 WIB
Dikritik, Netflix Kurangi Adegan Rokok di Stranger Things Salah satu adegan dalam film Stranger Things. (dok Netflix)
Jakarta, CNN Indonesia -- Netflix mengurangi jumlah adegan merokok dalam serial populer, Stranger Things, karena kritik yang muncul. Sebelumnya, pada dua musim penayangan, di setiap episodenya selalu ada adegan merokok.

Itu, dinilai melanggar aturan untuk tayangan yang mengatur dengan pedoman orang tua berbasis usia.

"Selanjutnya, untuk semua proyek yang kami kerjakan dengan rating TV-14 atau di bawah untuk serial atau PG-13 bagi film-film ini, akan bebas dari rokok dan juga rokok elektrik," demikian pernyataan Netflix seperti dilansir dari CNN.


Namun, Netflix menjamin peniadaan adegan rokok itu tak diterapkan pada sejumlah alasan dengan tujuan menjaga orisinalitas jalan cerita, dan kondisi nyata pada momen plot film tersebut.

"[Peniadaan adegan rokok] Kecuali untuk sejumlah alasan sejarah atau akurasi faktual," sambung Netfilix.


Selain itu, mulai serial penayangan musim ketiga, Netflix pun akan menyertakan soal informasi rokok dan bahayanya bagi anak-anak pada bagian sudut bawah kiri sebelum film dimulai.

Sebelum Netflix mengambil langkah tersebut, sebuah kelompok advokasi antirokok, The Truth Initiative, merilis pernyataan perihal rokok dalam serial Strangers Things di dua musim sebelumnya. Kelompok itu menghitung pada musim pertama dan musim penayangan kedua, keterlibatan rokok di dalam adegan melonjak dari 182 ke 262.

Layanan streaming Netflix telah memulai pemutaran kembali serial yang kini memasuki musim ketiga pada akhir Juni lalu.

Selain Stranger Things mereka juga menyorot produksi Netflix lainnya yakni Orange is the New Black dan House of Cards. Mereka juga menyorot pada serial karya rumah produksi lain seperti The Walking Dead, Modern Family, dan American Horror Story.

Menyikapi hal tersebut, berdasarkan laporan dari lembaga kesehatan di Amerika Serikat, para pakar sepakat bahwa anak-anak muda yang melihat citra rokok lewat media termasuk film akan tertarik untuk menggunakannya juga. Dan, mereka yang terpapar citra rokok lewat film, biasanya dua kali lebih berisiko akan mulai mencoba mengonsumsinya juga.

Berdasarkan hasil penelitian Pusat Kontrol Penyakit (CDC) Amerika Serikat tahun lalu ditemukan tren adegan dengan rokok di sebuah film mencapai 56 persen untuk rating PG-13 selama kurun waktu 2002-2018. Meski begitu, jumlah pemaparan rokok dalam film itu menurun dalam kurun waktu 2017-2018.

Sementara itu peneliti komunikasi dari Universitas Pennsylvania, Dan Romer, menyatakan film-film menggunakan adegan rokok mungkin sebagai, "Sebuah petunjuk untuk mengatakan bahwa orang (tokoh dalam film) tersebut seseorang yang berani mengambil risiko dan menunjukkan karakter yang menunjukkan ketegangan."

"Dan juga seorang anak muda yang melihatnya mungkin akan berkata, Saya ingin menjadi seperti orang itu. Saya akan merokok juga," kata Romer.

(kid/kid)