Duka Para Selebriti Kehilangan Arswendo Atmowiloto

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 19/07/2019 20:46 WIB
Duka Para Selebriti Kehilangan Arswendo Atmowiloto Para pesohor berduka atas kepergian budayawan Arswendo Atmowiloto. (dok. CNN Indonesia TV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dunia seni Indonesia bersedih karena kehilangan satu budayawan berbakat Arswendo Atmowiloto yang menghembuskan nafas terakhir pada Jumat (19/7). Para seniman Indonesia menyampaikan dukanya melalui media sosial.

Melalui akun Twitter, sineas Joko Anwar mendoakan agar Arswendo saat ini bisa beristirahat dengan tenang.




Ucapan duka juga disampaikan aktor Darius Sinathrya.




Salah satu sahabat Arswendo, Harry Tjahjono, turut mengucapkan kata perpisahan melalui akun Twitternya. Ia berterima kasih atas karya-karya yang telah dibuat Arswendo.



Aktris Maudy Koesnaedi turut berduka dan mengenang saat-saat terakhir bertemu dengan Arswendo serta Harry Tjahjono pada Piala Maya 2019.



Musisi Iwan Fals, melalui akun Twitternya, turut berduka dengan mengunggah sebuah artikel tentang semangat Arswendo melawan penyakitnya.

Keluarga Cemara merupakan salah satu karya Arswendo Atmowiloto yang paling populer. (dok. Visinema Pictures via YouTube)

Pemilik nama lahir Sarwendo ini cukup dikenal berkat karya berjudul Keluarga Cemara yang kemudian diadaptasi menjadi sebuah sinetron pada era '90-an dan film layar lebar pada awal 2019 ini.

Ia juga menjadi sosok di balik sinetron populer lainnya seperti Ali Topan Anak Jalanan (1997-1998), kemudian Deru Debu (1994-1996), 1 Kakak 7 Ponakan (1996), Jalan Makin Membara II dan III (1995-1997), serta Imung (1997).

Berkat karya-karyanya, Arswendo pernah dianugerahi Hadiah Zakse atas esainya Buyung -Hok dalam Kreativitas Kompromi pada 1972. Kemudian dramanya, Penantang Tuhan dan Bayiku yang Pertama, memperoleh Hadiah Harapan dan Hadiah Perangsang dalam Sayembara Penulisan Naskah Sandiwara DKJ 1972 dan 1973.

Namun di sisi lain, karena karyanya pula Arswendo pernah dipenjara. Pada 1990, ketika menjabat sebagai pemimpin redaksi tabloid Monitor, ia ditahan dan dipenjara karena satu jajak pendapat.

Arswendo meninggal di usia 70 tahun setelah berjuang melawan kanker prostat.

[Gambas:Video CNN] (chri/rea)