"Saya saat ini juga bukan orang benar-benar yang berhenti gunakan plastik. Tapi bertahap sudah saya biasakan tidak lagi segala sesuatu menggunakan plastik," kata Kaka saat ditemui di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (21/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara lain, Kaka mengatakan masyarakat juga sudah harus meninggalkan ketergantungan terhadap kantong plastik dari toko atau pasar swalayan. Jika barang yang dibeli sedikit, Kaka menyebut lebih baik dibawa menggunakan tangan atau mempersiapkan kantong kain sebelum membeli.
Pada kesempatan yang sama, Gede Robi Supriyanto, vokalis band asal Bali, Navicula mengatakan bahwa masyarakat saat ini harus cermat memilih produk dengan kemasan plastik.
Robi menilai masyarakat menjadi kontributor sampah plastik dalam jumlah besar karena awalnya salah perhitungan.
"Di sini masyarakat juga harus diedukasi tentang membeli kemasan kecil. Untung ruginya. Air mineral lebih hemat membeli kemasan besar, dari yang kecil. Makanya jangan bilang mahal, tapi kalau dihitung ya lebih baik gunakan yang besar," ungkap dia.
Riset Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) menyebutkan bila penggunaan kantong plastik per tahun di Jakarta mencapai 300 juta lembar. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru) |
Sebagai Ibukota, DKI Jakarta disebut menjadi salah satu penghasil sampah plastik terbesar di Indonesia. Riset Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) menyebutkan bila penggunaan kantong plastik per tahun di Jakarta mencapai 300 juta lembar.
Menurut temuan GIDKP, di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), 15 persen di antaranya adalah sampah plastik. Sedangkan Asosiasi Industri Plastik Indonesia (Inaplas) mencatat total konsumsi plastik di Indonesia mencapai 4,25 miliar kilogram per tahun atau setara dengan 17 kilogram per kapita.
Atas dasar itu menurut Direktur GIDKP Tiza Mafira DKI sudah harus membuat aturan khusus seperti beberapa daerah lain seperti Banjarmasin, Bali, hingga Bogor yang pemerintahnya melarang penggunaan plastik sekali pakai.
"Jakarta kapan? Tapi tidak cuma Jakarta, kota lain juga seluruh Indonesia kapan?" ucap Tiza. (ryh/end)
Riset Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) menyebutkan bila penggunaan kantong plastik per tahun di Jakarta mencapai 300 juta lembar. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)