Kaka Slank Bertahap Jalani 'Diet' Plastik

CNN Indonesia | Minggu, 21/07/2019 18:31 WIB
Kaka Slank Bertahap Jalani 'Diet' Plastik Kaka 'Slank' menyebut sedang dalam bertahap untuk membiasakan diri mengurangi pemakaian alias 'diet' plastik. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Masalah sampah plastik yang semakin meresahkan ternyata juga jadi perhatian vokalis Slank, Kaka. Ia menyebut sedang dalam bertahap untuk membiasakan diri mengurangi pemakaian alias 'diet' plastik.

"Saya saat ini juga bukan orang benar-benar yang berhenti gunakan plastik. Tapi bertahap sudah saya biasakan tidak lagi segala sesuatu menggunakan plastik," kata Kaka saat ditemui di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (21/7).

Di tengah proses tersebut, pemilik nama asli Akhadi Wira Satriaji ini menyebut ada sejumlah cara bagi masyarakat untuk mulai berhenti menambah limbah plastik yang bisa merugikan untuk lingkungan dan kehidupan manusia di Bumi.


Pertama dari kebiasaan menyeruput minuman menggunakan sedotan plastik. Cara tersebut sederhana, namun Kaka yakin memberi dampak kepada lingkungan karena bisa mengurangi sampah plastik.

Cara lain, Kaka mengatakan masyarakat juga sudah harus meninggalkan ketergantungan terhadap kantong plastik dari toko atau pasar swalayan. Jika barang yang dibeli sedikit, Kaka menyebut lebih baik dibawa menggunakan tangan atau mempersiapkan kantong kain sebelum membeli.

"Ya sesederhana itu kita mulai dari diri sendiri," ucap Kaka.

Pada kesempatan yang sama, Gede Robi Supriyanto, vokalis band asal Bali, Navicula mengatakan bahwa masyarakat saat ini harus cermat memilih produk dengan kemasan plastik.

Robi menilai masyarakat menjadi kontributor sampah plastik dalam jumlah besar karena awalnya salah perhitungan.

"Di sini masyarakat juga harus diedukasi tentang membeli kemasan kecil. Untung ruginya. Air mineral lebih hemat membeli kemasan besar, dari yang kecil. Makanya jangan bilang mahal, tapi kalau dihitung ya lebih baik gunakan yang besar," ungkap dia.
Kaka Slank Bertahap Jalani 'Diet' PlastikRiset Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) menyebutkan bila penggunaan kantong plastik per tahun di Jakarta mencapai 300 juta lembar. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Sampah Plastik asal Jakarta

Sebagai Ibukota, DKI Jakarta disebut menjadi salah satu penghasil sampah plastik terbesar di Indonesia. Riset Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) menyebutkan bila penggunaan kantong plastik per tahun di Jakarta mencapai 300 juta lembar.

Menurut temuan GIDKP, di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), 15 persen di antaranya adalah sampah plastik. Sedangkan Asosiasi Industri Plastik Indonesia (Inaplas) mencatat total konsumsi plastik di Indonesia mencapai 4,25 miliar kilogram per tahun atau setara dengan 17 kilogram per kapita.

Atas dasar itu menurut Direktur GIDKP Tiza Mafira DKI sudah harus membuat aturan khusus seperti beberapa daerah lain seperti Banjarmasin, Bali, hingga Bogor yang pemerintahnya melarang penggunaan plastik sekali pakai.

"Jakarta kapan? Tapi tidak cuma Jakarta, kota lain juga seluruh Indonesia kapan?" ucap Tiza. (ryh/end)