Hati yang Ambyar Bersatu demi Didi Kempot

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 27/07/2019 17:21 WIB
Hati yang Ambyar Bersatu demi Didi Kempot Kemunculan Sobat Ambyar sebagai basis penggemar Didi Kempot dari kalangan anak muda tidak lain berkat perasaan yang ambyar saat mendengar lagu Didi Kempot. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Jakarta, CNN Indonesia -- "Sebagai orang Jawa, khususnya Solo, pasti kami berhubungan dengan lagu-lagu Didi Kempot. Dari kecil, pasti kami mendengarkan, entah [dari] tetangga, atau orang tua kita sendiri," kata Fajar Romadona, atau yang dikenal sebagai Jarkiyo di media sosial.

Ia adalah 'panglima' para penggemar Didi Kempot yang kini memiliki nama resmi: Sobat Ambyar.

"Secara tidak langsung itu pencucian otak, sampai akhirnya kami hafal di luar kepala beberapa lagu," lanjutnya. "Sekarang saya umur 25, sudah dengerin Didi Kempot dari kecil. Ya hampir semua orang mendengarkan,"


Fajar bersedia menemui CNNIndonesia.com di Solo, beberapa waktu lalu, di sela jadwal kami mengejar Bapak Loro Ati Nasional alias Didi Kempot. Julukan itu sendiri datang dari para penggemarnya.


Malam itu, kami bertemu dengan Fajar di tempat tongkrongannya di Rumah Blogger Indonesia, Solo, tempat yang juga sebagai cikal bakal keviralan Didi Kempot di dunia maya.

Duduk bersantai sembari membiarkan ponsel terisi daya, Fajar mengisahkan perjalanan Sobat Ambyar terbentuk. Nama Sobat Ambyar sendiri sebenarnya masih amat baru.

Sebelum itu, para penggemar Didi Kempot menyebut dirinya sadbois untuk laki-laki, dan sadgerls untuk perempuan.

Julukan itu dipilih karena kebanyakan lagu Didi Kempot, dan yang menggugah emosi penggemarnya hingga bisa 'mewek', adalah lagu-lagu sedih yang mengiris-iris perasaan.

Namun julukan itu pun tergolong baru. Baru muncul sekitar Juni lalu. Sebelumnya ada julukan 'Kempoters' untuk penggemar Didi Kempot, namun tak terlalu dikenal.

"Orang sini sudah suka sejak lama, penyebutan Bapak Loro Ati Nasional dan Lord Didi sudah dikenal di sini sebelum video itu viral," kata Fajar, merujuk sebuah video yang menghebohkan dunia maya pada awal Juni lalu.
Dari Hati yang Ambyar ke Bersatu demi Didi KempotFajar Romadona adalah 'panglima' para penggemar Didi Kempot yang kini memiliki nama resmi: Sobat Ambyar. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Video itu pula yang mengantarkan semua mata mencari Didi Kempot. Video yang merekam aksi panggung Didi Kempot di Balekambang, Solo, itu juga hasil 'perbuatan' Fajar dan teman-temannya . "Waktu itu spontan saja rekam dan unggah," katanya.

Namun ada hikmah ketika video itu viral. Sekonyong-konyong alias tiba-tiba banyak orang mengaku sebagai penggemar Didi Kempot. Padahal semula Didi hanya dikenal sebagai musisi campursari legendaris yang lebih banyak manggung dari kampung ke kampung.


"Ini bola liar yang enggak bisa didiamkan," kata Fajar. "Didi Kempot sebenarnya tahun-tahun kemarin konser di Yogya sudah bagus, tapi kenapa tidak muncul [tenar] seperti sekarang? Akhirnya kami membentuk fanbase,"

"Sebenarnya banyak yang suka Didi Kempot tapi malu-malu. Mungkin kalau tidak terjadi seperti sekarang ini saya masih malu untuk mengakui suka dengan Didi Kempot," lanjutnya.





Keseriusan Fajar dan teman-temannya membentuk fanbase Didi Kempot pun dituang melalui acara Musyawarah Nasional Sobat Ambyar pada 15 Juni lalu. Dibuat hanya sekadar "seru-seru" saja, ternyata banyak yang daftar.

Kurang lebih saat itu hadir 200 orang dari Solo dan sekitarnya. Mereka pun hanya sekadar diskuski soal lagu Didi Kempot. Mereka juga mengundang sang idola, namun kala itu manajemen mengatakan Bapak Loro Ati Nasional berhalangan.

Ketika memasuki bagian akhir acara untuk membacakan deklarasi, tiba-tiba Didi Kempot datang dan langsung membaur dengan peserta. Mereka pun membatalkan deklarasi dan memilih ber-galau-ria dengan bernyanyi bersama Didi.

"Akhirnya peresmian Sobat Ambyar ditandai dengan menyanyikan lagi Cidro bareng-bareng tanpa alat musik," kata Fajar mengenang momen menyanyikan lagu yang mengisahkan cinta tak berbalas itu.

Lalu mengapa mereka memilih kata "ambyar" yang menurut KBBI Kemendikbud bermakna "bercerai-berai" ? "Kalau dari saya, kebanyakan orang senang lagu Didi yang patah hati. Saya langsung merujuk ke kata 'ambyar'. Meskipun tegar, pasti pernah merasakan ke-ambyar-an," katanya.
Dari Hati yang Ambyar ke Bersatu demi Didi KempotDidi Kempot sendiri merespons positif keberadaan Sobat Ambyar. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
"Turunan dari Sobat Ambyar itu sadbois dan sadgerls, itu karena kami orang Jawa," lanjutnya.

Didi sendiri merespons positif keberadaan Sobat Ambyar. Bahkan ia merilis lagu Tatu pada awal Juli lalu yang didedikasikan untuk Sadbois dan merilis Ambyar pada pekan lalu yang didedikasikan untuk Sobat Ambyar.


"Saya merasa nama Didi Kempot seperti terlahir kembali, dan dibentengi anak-anak muda. Mereka memperkenalkan Didi Kempot ke dunia dengan media sosial," kata Didi saat ditemui CNNIndonesia.com dalam kesempatan lain.

Didi Kempot sendiri tidak masalah dengan julukan Bapak Loro Ati Nasional, Lord Didi dan Godfather of Broken Heart yang digagas anak muda. Musisi kelahiran 1966 ini sadar bahwa lagunya banyak bertema patah hati sehingga julukan itu muncul.

[Gambas:Instagram]

Kini, Sobat Ambyar terus mendulang pengikut. Satu per satu orang mengaku "ambyar" karena lagu Didi Kempot. Sampai saat ini, setidaknya ada 4 ribu akun mengikuti Sobat Ambyar di Instagram.

Bahkan, Sobat Ambyar kini dipercaya mengurus pernak-pernik Didi Kempot. "Kalau pembagian keuntungan belum kami bicarakan. Ini masih hore-hore banget, kami menjaga biar virus perkempotan tetap ada," kata Fajar.

"Modal ada yang nalangin dan pre-order, karena kami kan miskin semua," katanya sambil tertawa. "Yang jelas keuntungannya akan kami gunakan untuk kegiatan nonton Didi Kempot tampil. Menjaga Instagram feed itu penting banget."

[Gambas:Youtube] (adp/end)