Komedian Arie Kriting Kritik Sikap Pemerintah soal Papua

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 21/08/2019 19:03 WIB
Komedian Arie Kriting Kritik Sikap Pemerintah soal Papua Arie Kriting (baju putih) menuliskan pernyataan tegas tentang sikapnya terhadap Foto: CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman
Jakarta, CNN Indonesia -- Komedian Satriaddin Maharinga Djongki atau yang lebih dikenal dengan Arie Kriting angkat suara terkait pengepungan asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya yang kemudian berbuntut aksi protes di sejumlah wilayah Papua dan Papua Barat.

Aksi protes dilakukan setelah mereka mengetahui mahasiswa Papua yang dikepung diteriaki pernyataan-pernyataan rasialis.

Arie melalui akun Twitter menyinggung kehadiran pemerintah dalam menangani permasalahan tersebut. Ia menyatakan rasisme seharusnya tak diberi tempat di Indonesia.


"Yang paling ditunggu itu AKSI NYATA PEMERINTAH untuk menunjukkan bahwa bangsa ini berpihak kepada masyarakat Papua. TANGKAP SEMUA PELAKU AKSI RASISME DAN PENGEPUNGAN ASRAMA MAHASISWA PAPUA, termasuk oknum aparat dan ormas yang ada di sana," cuit @Arie_Kriting.

Menurutnya, respons pemerintah lebih dibutuhkan ketimbang permintaan maaf kepada masyarakat Papua.

"Minta maaf nanti Lebaran saja," tuturnya.



Arie Kriting mengibaratkan insiden di Surabaya dengan gigitan nyamuk yang membuat tangan gatal. Menurutnya, oknum anggota ormas dan aparat pelaku aksi rasial di Surabaya bagaikan nyamuk.

"Kalau nyamuk menggigit tangan kita, yang kita basmi nyamuknya, bukan tangannya yang diamputasi. Kalau tangan menjadi gatal ya itu karena ulah nyamuk. Basmi nyamuknya!" cuit Arie Kriting.



Sebelumnya, sejumlah pejabat pemerintahan lebih menyoroti permintaan maaf dalam insiden Papua di Surabaya. Wakil Presiden Jusuf Kalla hingga Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto meminta masyarakat Papua menerima permohonan maaf pihak ormas dan aparat di Surabaya.
Aliansi Masyarakat Papua menggelar aksi di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/8). (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Presiden Joko Widodo juga meminta masyarakat Papua memaafkan dan percaya kepada pemerintahannya yang berusaha menjadi kehormatan dan kesejahteraan masyarakat di Papua dan Papua Barat.

"Sebagai saudara sebangsa setanah air, yang paling baik memaafkan. Emosi itu boleh tapi memaafkan itu lebih baik. Sabar itu juga lebih baik," kata Jokowi.

"Yakinlah pemerintah menjaga kehormatan dan kesejahteraan Pakce Mace, mama-mama yang ada di Papua dan Papua Barat," ujarnya.

Jokowi menyatakan dalam waktu dekat dirinya akan berkunjung ke Tanah Papua untuk meresmikan Jembatan Holtekamp, di Kota Jayapura. Ia menegaskan tetap mengikuti perkembangan kondisi di Papua. Mantan Wali Kota Solo ini menghubungi Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan untuk mengetahui perkembangan situasi di Kota Manokwari dan Kota Sorong.

[Gambas:Video CNN] (chri/rea)