FOTO: 43 Kepala 'Presiden' AS yang Rusak di Padang Rumput

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 28/08/2019 13:21 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 43 patung kepala Presiden Amerika Serikat diam membisu di tengah padang rumput di Croaker, Virginia, Amerika Serikat.

Sebanyak 43 patung kepala Presiden Amerika Serikat diam membisu di tengah padang rumput di Croaker, Virginia, Amerika Serikat dan mampu menarik pengunjung dari pengendara yang lalu-lalang. (Brendan Smialowski / AFP)
Patung-patung tersebut, mulai dari era Washington hingga George W Bush berkumpul dan berbaris menghadap jalanan, menatap dalam diam. (Brendan Smialowski / AFP)
Patung-patung setinggi 5-6 meter itu memiliki kondisi yang rusak dan sebagian telah hancur, mirip dalam lokasi syuting film horor. (Brendan Smialowski / AFP)
Puluhan patung ini merupakan sisa dari Virginia President Park, sebuah museum terbuka yang kini tak lagi buka untuk umum dan menjanjikan pengunjung berjalan di antara kepala 'presiden'. (Brendan Smialowski / AFP)
President Park pertama kali dibuka pada 2004 atas gagasan pemilik tanah lokal, Everette Newman dan pematung asal Houston, David Adickes.  (Brendan Smialowski / AFP)
Adickes dan Newman membangun taman patung ini karena terinspirasi dengan ukiran raksasa wajah empat presiden Amerika Serikat di Gunung Rushmore, Dakota. (Brendan Smialowski / AFP)
Namun nasib President Park tak sebaik niatannya. Taman berbujet US$10 juta itu bangkrut pada 2010 karena tak ada pengunjung yang datang.  (Brendan Smialowski / AFP)
Masalah yang membuat taman itu bangkrut karena lokasinya yang terpencil dan tak disadari oleh masyarakat umum, di belakang sebuah motel dan terlalu jauh dari pusat atraksi wisata di daerah tersebut. (Brendan Smialowski / AFP)
Hingga kemudian Hankins datang ke taman tersebut karena dilelang. Newman sempat meminta patung-patung tersebut dihancurkan. Namun Hankins malah memindahkan patung-patung itu ke lahannya. (by Brendan Smialowski / AFP)
Kini, patung-patung tersebut diam dalam padang rumput dan menjadi objek memorabilia terbaru di daerah itu. (Brendan Smialowski / AFP)