Bila diperhatikan, JSB tak ubahnya bagai Marvel Cinematic Universe (MCU) atau DC Extended Universe (DCEU). Bila MCU dan DCEU memilih mengangkat cerita dari komik yang mereka buat sendiri, maka JSB mengadaptasi komik-komik yang kekayaan intelektualnya telah dibeli.
Berdiri sejak 2003, Bumilangit mulai mengumpulkan kekayaan intelektual berbagai karakter komik. Sampai saat ini mereka memiliki kurang lebih 1.148 karakter yang terdiri dari pahlawan dan penjahat. Namun tak semua karakter diadaptasi menjadi film.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JSB sebenarnya bukan model film semesta pertama di Indonesia. Sebelumnya sudah ada semesta Ada Apa Dengan Cinta? (AADC) lewat film Milly & Mamet (2018). Walau pada 2002 saat Ada Apa Dengan Cinta? pertama dibuat tidak berdasarkan konsep semesta.
"Model bisnis film semesta ini sebetulnya bisa jadi menguntungkan bila ada produk yang kuat. Tidak ada ruginya ketika hal itu dilakukan," kata Eric kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, beberapa waktu lalu.
Bila produk tidak kuat, maka masa depan semesta tersebut akan suram. Film Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 (2018) misalnya, saat ini tidak ada kabar mengenai sekuel. Padahal awalnya film itu diproyeksikan menjadi trilogi.
Chicco Jericho dan Abimana Aryasatya, dua pemeran Jagat Semesta Bumilangit yang dibuka dengan film 'Gundala'. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi) |
Bila menghitung pendapatan rumah produksi dengan harga rata-rata Rp15 ribu per tiket, setidaknya Gundala perlu dua juta penonton untuk balik modal. Ini belum menghitung biaya promosi yang tentu tidak murah.
Mengacu pada unggahan Joko di Instagram, Gundala mendapatkan 174.013 penonton pada hari pertama. Dengan modal di hari pertama itu rasanya mereka harus berjuang lebih keras untuk mendapat dua juta penonton, salah satunya lewat promosi yang kuat.
[Gambas:Instagram]
Misalnya, film My Stupid Boss 2. Pada hari pertama penayangan, mereka mendapat 160 ribu penonton. Berdasarkan data filmindonesia.or.id, film garapan Falcon itu mengumpulkan total 1.876.052 penonton dengan promosi terbilang tidak luar biasa.
Para aktris yang serta dalam rangkaian film Jagat Semesta Bumilangit Jilid I, dalam acara perkenalan di Plaza Senayan, Jakarta, Minggu (18/8). (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi) |
Sementara CEO Bumilangit, Bismarka Kurniawan, mengaku tidak berorientasi pada keuntungan semata lewat film Gundala. Tak masalah baginya bila Gundala tidak meraup cukup untung. Toh bisnis ini bukan hanya soal satu film, tetapi meliputi banyak proyek lain yang berada di bawah payung JSB.
Gundala sendiri dimodali oleh Bumilangit, Screenplay Productions (anak perusahaan Surya Citra Media), Legacy Pictures dan Ideosource Entertaiment yang merupakan perusahaan modal ventura. Sementara, khusus untuk JSB sampai saat ini dimodali oleh Bumilangit dan Screenplay Productions.
Koko, sapaan karib Kurniawan, mengatakan pihaknya mengacu pada cara Marvel Studios memproduksi MCU. Contohnya, film Captain America: The First Avengers (2011). Meski hanya mendapat keuntungan dua setengah kali lipat dari biaya produksi, Marvel terus berjalan memproduksi banyak film.
"Jadi kami long game, bahwa kami nanti di Patriot ini semua akan ngumpul. Merchandise Iron Man enggak laku saat filmnya udah enggak tayang. Tapi, begitu ada Avangers, [walau] enggak ada filmnya merchandise tetap laku," kata Koko kepada CNNIndonesia.com.
Koko hanya tersenyum ketika ditanya seberapa aman modal yang ia miliki untuk menggarap JSB. Setelah ditanya beberapa kali, akhirnya ia menjawab singkat. Katanya, yang pasti film-film berikutnya tidak lebih murah dari Gundala.
"Paling enggak untuk tiga film ke depan kita enggak kepikiran untuk cari uang. Istilahnya, saya enggak khawatir lah. Sebelum Si Buta Dari Gua Hantu akan ada dua film lagi," ujar Koko sembari tertawa kecil.
Walau memiliki modal yang cukup untuk tiga film ke depan, karya-karya tersebut seharusnya dibuat lebih baik daripada Gundala. Bila tetap biasa saja seperti Gundala sebagai film pembuka semesta, penonton akan bosan dan tidak setia dengan JSB.
[Gambas:Video CNN] (adp/rea)
Chicco Jericho dan Abimana Aryasatya, dua pemeran Jagat Semesta Bumilangit yang dibuka dengan film 'Gundala'. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi)
Para aktris yang serta dalam rangkaian film Jagat Semesta Bumilangit Jilid I, dalam acara p