Joko Anwar Nilai Insiden 'Kucumbu' di Semarang Aksi Represif

tim, CNN Indonesia | Selasa, 17/09/2019 15:58 WIB
Joko Anwar Nilai Insiden 'Kucumbu' di Semarang Aksi Represif Menurut Joko Anwar, bila ada pihak melarang penayangan film seperti 'Kucumbu Tubuh Indahku' yang sudah lulus sensor, mereka tak boleh bertindak represif. (dok. Fourcolours Films)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sutradara Joko Anwar buka suara terkait larangan ormas Front Pembela Islam (FPI) terhadap penayangan film 'Kucumbu Tubuh Indahku' di Semarang pada Minggu (15/9).

Joko Anwar menyatakan film karya Sutradara Garin Nugroho tersebut pada dasarnya telah lulus sensor sehingga seharusnya tak bermasalah untuk tayang di manapun, termasuk Semarang.

"Itu sudah lulus sensor. Kalau misalnya ada ormas atau grup masyarakat melarang pemutaran film seperti 'Kucumbu Tubuh Indahku' itu mereka tidak boleh bertindak represif karena itu sudah lulus sensor," kata Joko Anwar di kawasan Senayan, Senin (16/9) malam.


Kucumbu Tubuh Indahku bercerita tentang penari Lengger bernama Juno.

Sejak ditinggal ayahnya, Juno bergabung dengan sanggar tari Lengger Lanang. Tak diduga tarian itu membuatnya menapaki perjalanan hidup yang berliku. Sampai pada akhirnya, Juno bisa memahami dan menerima keindahan hidup sebagai seorang penari Lengger.

Tari Lengger Lanang sendiri merupakan budaya asli Indonesia, tepatnya berasal dari Banyumas. Tarian itu mengharuskan penarinya menampilkan sisi maskulin dan feminin dalam satu tubuh. Biasanya tarian itu dipentaskan lelaki, yang di keseharian mengubah diri jadi perempuan.

Hal tersebut ternyata memicu penolakan dari sejumlah kelompok, salah satunya adalah FPI Semarang. Mereka menyatroni lokasi dan meminta pemutaran film dihentikan.

Garin mengaku kesal dengan hal tersebut. Melalui unggahan di akun Facebook, sutradara terbaik Asia Pacific Film Festival 1992 mengatakan filmnya sudah lulus sensor dan dirinya memiliki hak untuk tetap memutarkan filmnya.

Pelarangan di Semarang bukan kali pertama permasalahan yang dihadapi Garin. Sejak trailer film dirilis, ia sudah mendapat cacian dan protes melalui komentar di YouTube.

Belum lagi sejumlah petisi dan ajakan memblokade penayangan Kucumbu Tubuh Indahku di media sosial dan sejumlah kota di Indonesia. Garin mengatakan petisi yang muncul tersebut tidak melalui proses dan ruang dialog terhadap dirinya ataupun kru film itu.

[Gambas:Youtube] (chri/end)