Grasi Soeharto dan Belitan Kasus Hukum Srimulat

CNN Indonesia | Sabtu, 28/09/2019 17:19 WIB
Grasi Soeharto dan Belitan Kasus Hukum Srimulat Selain terkenal karena kekuatan jenaka, Srimulat juga diterpa sejumlah masalah, mulai dari senjata api hingga narkoba. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selain terkenal karena kekuatan jenaka, Srimulat juga diterpa sejumlah masalah.

Jerat hukum bahkan sudah membelit grup bentukan Teguh Slamet Rahardjo dan Raden Ayu Srimulat itu sejak dekade '80-an. Kala itu grup tersebut mulai mereguk ketenaran setelah melejit lewat pentas di TVRI.

Anggota Srimulat pertama yang diketahui terlibat dalam kasus hukum adalah Freddy Aris alias Gepeng. Ia terjerat hukum atas kepemilikan senjata api secara tidak sah alias ilegal.

Anak sulung Teguh, Eko Saputro alias Koko, ingat betul kasus itu. Ia bercerita bahwa persoalan ini berawal ketika supir Gepeng minta dibelikan senjata api.


"Supirnya bilang kalau Gepeng kan sudah terkenal, dia minta dibelikan senjata api agar bisa menjaga Gepeng. Akhirnya dibelikan sama Gepeng," kata Koko, saat berbincang dengan CNN Indonesia di Solo, Juli lalu.

Namun ketika aksi itu terendus polisi, sang sopir malah cuci tangan. Ia tak menjelaskan secara rinci asal muasal senjata dan hanya menyebut Gepeng yang membelikan.

Pelawak andalan Srimulat itu pun diseret ke meja hijau.
Grasi Soeharto dan Belitan Kasus Hukum SrimulatAneka Ria Srimulat tampil di kediaman presiden kedua Republik Indonesia Soeharto. Kala itu mereka rutin tampil sebulan sekali. (Dok. Eko Saputro)
Tak peduli nama besar sang artis, Pengadilan Negeri Solo menjatuhkan vonis lima bulan penjara kepada Gepeng.

Akan tetapi ada keajaiban untuk Gepeng. Presiden Soeharto yang kala itu memegang tampuk kepemimpinan negara mendadak memberikan grasi kepada Gepeng.

Menurut Koko, alasan grasi tersebut bukan karena Gepeng pelawak terkenal apalagi berkelakuan baik, melainkan karena Pak Harto ingin Aneka Ria Srimulat tampil di Cendana.

Keinginan pemimpin Orde Baru tersebut bukan tanpa sebab. Ia ingin Aneka Ria Srimulat datang ke rumah dan menghibur salah satu cucunya.

"Kalau tidak salah saat itu cucunya ditanya mau apa sebagai hadiah sunat. Dia bilang ingin melihat Gepeng. Ya sudah keluar grasi agar Gepeng bisa tampil," kata Koko sembari tertawa kecil.

Setelahnya, apalagi memasuki milenium baru, satu per satu anggota Srimulat terjebak kasus hukum. Sepeninggal Teguh pada 1996, Srimulat bukan hanya dikenal sebagai grup lawak terlucu, tapi juga paling banyak dijerat polisi di era milenium.
Grasi Soeharto dan Belitan Kasus Hukum SrimulatTim Musik Srimulat, tampak Teguh (kanan) memegang gitar saat tampil di rumah Presiden Soeharto (Dok. Eko Saputro)
Polo

Era Milenium dimulai dengan kabar mengagetkan dari grup Srimulat. Salah satu anggotanya, Polo, terjerat kasus sabu pada 2000. Kasusnya terjadi bersamaan dengan Doyok, pelawak yang juga kerap tampil bersama Srimulat.

Polo dibekuk saat memakai narkoba di hotel kawasan Jakarta Pusat. Polisi menemukan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 0,5 gram di kamarnya. Polo pun divonis penjara selama 7 bulan.

Kasus itu tak membuat Polo kapok. Beberapa tahun setelah lepas penjara, ia kembali diciduk polisi akibat sabu.

Polo ditangkap polisi kedua kalinya di Jakarta Timur pada 2 Juni 2004 bersamaan dengan barang bukti serbuk sabu 0,6 gram. Kali ini, ia dihukum lebih berat dengan penjara 1,5 tahun dan bebas pada Mei 2005.


Grasi Soeharto dan Belitan Kasus Hukum Srimulat

Gogon


Mendiang Gogon juga salah satu anggota Srimulat yang pernah ditangkap polisi akibat narkoba. Ia diciduk polisi pada 2007.

Kala itu, ia ditangkap di rumahnya di kawasan Neglasari, Tangerang karena mengonsumsi narkoba jenis ekstasi.

Untuk kasus tersebut, ia dijerat Undang-undang No.5 tahun 1997 Pasal 62 tentang penggunaan psikotropika dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dengan denda Rp100 juta. Namun ia akhirnya divonis penjara selama 4 tahun.

Gogon meninggal dunia pada 15 Mei 2018 pukul 05.00 WIB di Kotabumi, Lampung, seusai mengisi acara bersama Didi Kempot pada malam sebelumnya.
Grasi Soeharto dan Belitan Kasus Hukum SrimulatMendiang Gogon juga salah satu anggota Srimulat yang pernah ditangkap polisi akibat narkoba. (ANTARA FOTO/Agus Apriyanto)

Tessy


Salah satu pemain andalan Srimulat sejak era Teguh, Tessy juga pernah terjerat kasus narkoba. Pada Oktober 2014, ia ditangkap bersama dua rekannya karena diduga akan mengonsumsi sabu.

Saat itu, polisi mengamankan barang bukti berupa sabu sebanyak 1,5 gram, alat hisap, buku rekening tabungan, dan ponsel. Barang bukti itu ditemukan di jok belakang mobil yang digunakan Tessy dari rumahnya ke lokasi.

Ketika ditangkap polisi, Tessy sempat melakukan percobaan bunuh diri ketika meminta izin untuk pergi ke kamar mandi. Namun percobaan tersebut gagal.

Atas kasus narkoba itu, Tessy divonis 10 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Bekasi dan menjalani rehabilitasi di rumah sakit.

[Gambas:Video CNN]

Nunung


Nunung adalah kasus paling baru yang menimpa grup Srimulat. Salah satu anggota Srimulat termuda sekaligus yang paling aktif saat ini itu diciduk pada 19 Juli lalu.

Nunung ditangkap bersama sang suami, July Jan Sambiran, setelah kedapatan membeli dua gram sabu seharga Rp2,6 juta di rumah mereka di Tebet. Barang bukti itu sempat dibuang Nunung ke toliet.

Kala itu Nunung mengaku bahwa ia baru lima bulan terakhir menggunakan sabu untuk menambah stamina. Ia pun ditahan di Polda Metro Jaya dan direhabilitasi.
Grasi Soeharto dan Belitan Kasus Hukum SrimulatNunung adalah kasus paling baru yang menimpa grup Srimulat. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Kasus Nunung yang terbaru juga menyeret kenangan akan kasus Polo pada 2000 silam. Nunung sempat terseret kasus Polo, tapi membantah terlibat dan sibuk klarifikasi ke media.

Keluarga Polo dilaporkan geram dengan tingkah dan komentar Nunung yang dianggap menyinggung. Mereka bahkan menyebut Nunung sebagai pemakai. Namun karena tak ada bukti, Nunung lolos dari hukum.

Tapi kasus 2019 ini membongkar fakta baru bahwa Nunung sudah menggunakan narkoba jenis ekstasi sejak 20 tahun silam atau setahun sebelum Polo ditangkap.

Rentetan kasus ini bukan tak disadari mantan anggota Srimulat lainnya, Kadir Mubarak. Kala berbincang dengan kami terkait fenomena ini, ia mengaku telah lama tahu sejumlah teman-temannya adalah pengguna.

Tanpa menyebut nama, Kadir menjelaskan pemain yang mengkonsumsi Narkoba seperti memiliki geng tersendiri.

"Begini ya, kebetulan sekali saya enggak suka dengan itu. Enggak pernah digauli sama mereka. Ya saya enggak suka [pakai narkoba], mereka enggak mau jalan bareng sama saya," kata Kadir yang enggan membahas lebih lanjut soal kasus dalam tubuh Srimulat.

Tulisan ini merupakan bagian dari Liputan Khusus CNN Indonesia. Ikuti selengkapnya di sini: Srimulat Tak Pernah Tamat.


(adp, kir/end)