Olga Tokarczuk dan Peter Handke Raih Nobel Sastra

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 11/10/2019 00:05 WIB
Olga Tokarczuk dan Peter Handke Raih Nobel Sastra Olga Tokarczuk peraih Nobel Sastra 2018 (kiri) dan Peter Handke peraih Nobel Sastra 2019. (Foto: AFP PHOTO/Beata ZAWREL/FRANCISCO LEONG)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua pemenang telah dinobatkan sebagai peraih Nobel Sastra. Untuk tahun 2019, penulis kontroversial Peter Handke dari Austria ditetapkan sebagai pemenang. Sementara untuk tahun 2018, di mana penyelenggara The Swedish Academy berjanji tidak memberikan penghargaan pada penulis lelaki, jatuh pada novelis dan aktivis Polandia, Olga Tokarczuk.

Tahun lalu, pemilihan pemenang Nobel Sastra mengalami kekisruhan setelah sebuah skandal yang melibatkan suami salah satu anggota The Swedish Academy terungkap. Jean-Claude Arnault, suami dari penyair Katarina Frostenson dituding melakukan pelecehan seksual, serta membocorkan nama tujuh pemenang Nobel sebelumnya.

Arnault menolak tuduhan itu, namun The Swedish Academy lantas merombak susunan komite yang berwenang dengan menunjuk anggota baru dan mengubah beberapa peraturan.


"Karya-karya Olga mampu menarasikan imajinasi dengan banyak gairah ensiklopedia yang melampaui batas bentuk kehidupan," kata The Swedish Academy, melansir The Guardian.

Olga Tokarczuk adalah seorang penulis, sekaligus aktivis yang kerap melontarkan kritik tajam terhadap pemerintahan Polandia. Ia jadi kontroversi karena sering menyinggung catatan gelap di masa lalu Polandia, yang kontras dengan versi sejarah yang diutarakan oleh partai penguasa Law and Justice.

Ia dikenal di Inggris setelah memenangkan Man Booker International Prize untuk novel keenamnya yang bertajuk Flights. Tokarczuk tercatat sebagai warga Polandia pertama yang berhasil meraih kehormatan tersebut.

Anggota komite The Nobel Anders Olsson mengatakan tulisan Tokarczuk, yang terfokus pada migrasi dan perbedaan budaya, sebagai 'amat cerdas dan cerdik'.

Sementara, Peter Handke yang berusia 76 tahun disebut layak jadi pemenang karena 'karya berpengaruh dengan kecerdasan linguistik yang telah mengeksplorasi batas dan kekhususan pengalaman manusia'.

Sebelumnya, Handke diketahui sebagai salah satu penulis paling berpengaruh di Eropa lewat karya-karya berupa novel, esai, sampai buku catatan. Ia pernah ikut menulis naskah film Wings of Desire yang rilis pada 1987. (rea)