5 Rekomendasi Film Horor Indonesia Terbaik

CNN Indonesia | Kamis, 31/10/2019 14:31 WIB
5 Rekomendasi Film Horor Indonesia Terbaik Film Kafir: Bersekutu dengan Setan layak jadi pilihan untuk memeriahkan perayaan Halloween. (Dok. StarvisionPlus via Youtube)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perayaan Halloween identik dengan berbagai keseraman dan kehadiran film horor bisa jadi pelengkap 'kemeriahan'. Beberapa film horor terbaik Indonesia pun dapat menjadi opsi untuk menambah 'kemeriahan' Halloween.

Berikut lima film horor Indonesia terbaik yang layak ditonton ulang.

Kuntilanak


Kuntilanak adalah film yang horor Indonesia yang dirilis pada 2006. Disutradarai oleh Rizal Mantovani, film ini dibintangi Julie Estelle sebagai tokoh utama dan didukung aksi para aktor seperti Evan Sanders, Ratu Felisha, Ibnu Jamil, Lita Soewardi, dan Alice Iskak.

Kisahnya berfokus pada Samantha yang memiliki kemampuan magis untuk memanggil kuntilanak. Setelah kematian sang ibu dan mendapat gangguan-gangguan dari ayah tirinya, Samantha/Sam memutuskan menyewa kamar kost di pinggiran kota.

Kamar kost yang ia sewa tampak angker dengan area pemakaman dan sebuah pohon beringin di depannya. Dari para penduduk sekitar, Sam mengetahui bahwa pohon itu disebut sebagai pohon kuntilanak.

Ibu kost Sam, Yanti (Lita Soewardi), lantas menceritakan sejarah bangunan yang kini menjadi tempat kost itu. Dahulu, satu keluarga produsen batik bernama Mangkoedjiwo membuat pabrik batik dan mess pekerja di sana.

Namun kemudian, terjadi kebakaran besar yang memusnahkan aset-aset Mangkoedjiwo. Rumah itu pun menjadi satu-satunya aset Mangkoedjiwo yang layak huni.

Kesuksesan Kuntilanak saat itu membuat sang sutradara lantas meneruskannya lewat dua buah sekuel.

[Gambas:Youtube]

Rumah Dara

Film horor thriller rilisan 2010 ini disutradarai Mo Brothers yang mengangkat kisah sekelompok pemuda terjebak di rumah milik seorang pembunuh misterius bernama Dara.

Rumah Dara menjadi reuni antara aktris Julie Estelle dan Imelda Therinne setelah kolaborasi mereka dalam Kuntilanak 3.

Sebelum Rumah Dara, karakter Dara telah lebih dulu dipopulerkan lewat segmen film pendek Dara dalam antologi film horor Takut: Faces of Fear yang juga disutradarai Mo Brothers dan dirilis pada tahun 2008 di berbagai festival film dunia.

Begitu positif tanggapan penonton terhadap film pendek Dara, para pencinta film pun menaruh harapan besar pada Rumah Dara.

Pada akhir 2009, film ini ditayangkan di Singapura terlebih dulu dan mendapatkan rating M18 (untuk adegan sadis dan kekerasan). Rumah Dara lalu dirilis secara serempak di seluruh Indonesia pada awal 2010.

Dalam akun Twitter resmi Rumah Dara, diumumkan bahwa film ini dicekal dan dilarang tayang di Malaysia karena tema yang dianggap bertentangan dengan hukum sensor film setempat. Rumah Dara pun menjadi film Indonesia pertama yang dicekal dan dilarang untuk tayang di Malaysia.

[Gambas:Youtube]

Pengabdi Setan

Film garapan Joko Anwar ini merupakan versi adaptasi dari horor lawas berjudul sama pada medio 80-an. Pengabdi Setan versi Joko bercerita soal perjuangan keras satu keluarga setelah ibu mereka yang sudah lama sakit akhirnya meninggal dunia.

Bukan hanya berjuang dengan kondisi ekonomi pas-pasan, mereka juga harus berhadapan dengan hantu berwujud ibu yang kembali ke rumah.
5 Rekomendasi Film Horor Indonesia TerbaikPengabdi Setan versi Joko bercerita soal perjuangan keras satu keluarga setelah ibu mereka yang sudah lama sakit akhirnya meninggal dunia. (Dok. Rapi Films)
Film ini dibintangi oleh aktor dan aktris seperti Tara Basro, Dimas Aditya, Bront Palarae, Endy Arfian, Ayu Laksmi, Egi Fedly, M. Adhiyat, Fachri Albar, dan Asmara Abigail.

Teror Ibu yang menjadi ikon di film ini berhasil mengantarkan Pengabdi Setan menjadi film terlaris pada 2017 dengan penonton menembus 4.206.103.

[Gambas:Youtube]

Kafir: Bersekutu dengan Setan

Kafir menggambarkan tentang satu keluarga yang mengalami kejadian tak terduga. Pada suatu malam, sang bapak (Teddy Syah) kesakitan dan mengeluarkan beling dari mulutnya sebelum meninggal dunia.

Sejak saat itu, kehidupan keluarga itu berubah. Kedamaian mereka mulai terusik. Usai kepergian sang bapak, giliran sang ibu (Putri Ayudya) yang mendapatkan teror-teror gaib. Ia mulai bersikap aneh dan sering ketakutan.

Karena kejadian itu, sang ibu pun mencari pertolongan pada dukun kampung, Jarwo (Sudjiwo Tedjo). Namun, permintaan tolong itu justru turut membawa petaka bagi Jarwo. Dia meninggal secara misterius dan rumahnya hangus terbakar.

Selain mereka, Kafir yang diarahkan oleh Azhar Kinoi Lubis ini juga dibintangi Indah Permatasari, Rangga Azof, Nadya Arina, dan lainnya.

[Gambas:Youtube]

Keramat

Keramat merupakan film horor dari Indonesia yang dirilis pada tahun 2009 dan disutradarai oleh Monty Tiwa. Film ini dibintangi oleh Poppy Sovia, Migi Parahita, Sadha Triyudha, Miea Kusuma, Dimas Projosujadi, Diaz Ardiawan, serta Brama Sutasara.

Kisahnya berfokus pada sebuah tim produksi film berjudul Menari di Atas Angin berangkat dari Jakarta ke daerah Bantul dalam rangka melakukan pra-syuting.

Tim itu terdiri dari sang sutradara perempuan bernama Miea (Miea Kusuma), asisten sutradara Sadha (Sadha Triyudha), manajer produksi Dimas (Dimas Projosujadi), kedua pemain utama Diaz (Diaz Ardiawan) dan Migi (Migi Parahita).

Selain tim utama, mereka juga ditemani tim behind-the-scene, yakni Poppy (Poppy Sovia) dan kameramen Cungkring (Monty Tiwa). Selama perjalanan menggunakan kereta, Poppy sebagai pewawancara merekam aktivitas tim produksi. Di Bantul, mereka dipandu oleh aktor lokal bernama Brama (Brama Sutasara).

Saat itu, kondisi Migi kurang baik, terlebih setelah di mobil, tim diganggu seseorang yang menyuruh mereka untuk pulang. Sesampai di desa terpencil untuk pra-syuting, banyak keanehan yang terekam kamera, seperti bunyi gamelan, suara orang menangis, dan penampakan perempuan berbaju Jawa.

Ragam konflik dalam produksi mereka pun terjadi, diikuti dengan sejumlah gangguan dari makhluk halus.

[Gambas:Youtube]
(agn/has)