'Sang Sukrasana', Pagelaran Perayaan Hari Wayang Nasional

Tim, CNN Indonesia | Senin, 04/11/2019 05:25 WIB
'Sang Sukrasana', Pagelaran Perayaan Hari Wayang Nasional Wayang orang 'Sang Sukrasana' akan dipentaskan pada 17 November mendatang di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. (dok. Bakti Budaya Djarum Foundation)
Jakarta, CNN Indonesia -- Laskar Indonesia Pusaka akan menyelenggarakan pagelaran wayang orang dengan tajuk Sang Sukrasana sebagai perayaan Hari Wayang Nasional pada November mendatang. Pementasan ini dijadwalkan digelar pada 17 November 2019 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki.

Pendiri Laskar Indonesia Pusaka, Jaya Suprana mengatakan bahwa wayang merupakan sarana sosialisasi komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan sejak zaman pergerakan perjuangan, kemerdekaan, sampai masa pembangunan bangsa dan negara.

"Pagelaran Sang Sukrasana adalah persembahan karya visual dari generasi muda bangsa Indonesia dengan bimbingan para senior yang memahami pakem Jawa klasik yang berbudi luhur, layaknya seluruh cerita dalam pewayangan," ujarnya lewat siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (31/10).


Berdasarkan keterangan, Sukrasana adalah tokoh wayang asli dari Indonesia, bukan dari Mahabharata. Cerita klasik Sukrasana dan sang kakak, Sumantri terjadi jauh sebelum adanya Mahabharata, konon saat para dewa-dewi masih hidup berdampingan dengan manusia.

Sukrasana merupakan ksatria sakti mandraguna yang dilatih oleh salah satu dewa terkuat di kahyangan, yakni Batara Indra. Dengan kekuatan yang luar biasa, Sukrasana memiliki wajah menyerupai buto kecil, menyeramkan dan buruk rupa.

Sedangkan kakaknya, Sumantri adalah ksatria ambisius yang tampan rupawan. Dalam banyak hal, Sukrasana sangat menyayangi kakaknya. Ia selalu ada untuk membantu Sumantri dalam peperangan atau kesulitan, tanpa pamrih.

Wayang orang 'Sang Sukrasana' dihelat sebagai bagian dari perayaan Hari Wayang Nasional yang jatuh pada 7 November. (dok. Bakti Budaya Djarum Foundation)
Kisah Sumantri dan Sukrasana memiliki akhir yang tragis ketika kesetiaan dikhianati oleh ambisi.

Dilakoni oleh aktor senior Lukman Sardi sebagai Sukrasana, kisah Sang Sukrasana terinspirasi dari situasi negara yang sedang dirundung kemelut perebutan kekuasaan, hingga melalaikan kepentingan rakyat kecil yang sewajibnya disejahterakan. Rakyat kecil yang memiliki kesaktian luar biasa dapat memicu perubahan bagi bangsa jika tidak dikhianati oleh ambisi.

Sang Sukrasana melibatkan seluruh lapisan masyarakat Indonesia lintas generasi dari berbagai kalangan dari Wayang Orang Bharata, PATI serta prajurit TNI dan Polri, para Purnawirawan, dan tokoh-tokoh pencinta wayang orang yang diisi pula oleh Maudy Koesnaedi sebagai Dewi Citralangeni, Asmara Abigail sebagai Dewi Citrawati, Ruth Marini, Inayah Wahid, dan Tina Toon.

"Saat ini, semakin banyak pihak dari berbagai kalangan tertarik untuk mendukung bahkan terlibat langsung dalam upaya pelestarian budaya Indonesia. Wayang sebagai sebuah kesenian merupakan karya seni yang luar biasa yang dapat digunakan untuk menyampaikan nilai-nilai keindahan serta moral kepada masyarakat," ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Pementasan Sang Sukrasana akan dipentaskan pada 17 November 2019 pukul 16.00 WIB di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Tiket pagelaran ini dijual mulai Rp750 ribu hingga Rp1,25 juta. (agn/rea)