Muasal Mistik 'Bertahan' di Tengah Masyarakat Indonesia

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 30/10/2019 12:19 WIB
Muasal Mistik 'Bertahan' di Tengah Masyarakat Indonesia Ilustrasi masyarakat yang menggemari hal-hal mistis. (Foto: Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Segala hal yang terkait dengan mistis dan kepercayaan gaib menjadi bagian dari masyarakat Indonesia sudah sejak lama. Antropolog Budi Rajab mengungkapkan bahwa hal tersebut telah berlangsung sejak berabad-abad lalu dan keberadaannya tidak bisa dilepaskan begitu saja di tengah era modern ini.

Kepada CNNIndonesia.com, Budi mengatakan bahwa meski kepercayaan terhadap hal mistis sudah tak terlalu tinggi, tapi masih bertahan karena berubah menjadi sebuah hiburan.

Di era sekarang, hal mistis banyak ditampilkan lewat film, rangkaian kisah yang dibagikan di media sosial, konten video blog, bahkan menjadi tujuan wisata.



"Dulu itu kepercayaan masyarakat zaman dulu sekali adalah animistis, bahwa dunia ini dihuni oleh kekuatan-kekuatan supernatural kan, kepercayaannya pada awalnya itu. Bahwa kepercayaan supernatural itu perlu dihormati, perlu disembah, perlu dimintai tolong, dimintai bantuan," kata Budi.

Ia menambahkan, "Ya mungkin ada secara kebetulan mungkin ya, secara kebetulan orang-orang yang meminta bantuan kepada supernatural itu terwujud. Nah, dengan [keinginan yang] terwujud itulah disebarkan secara luas."

Meski tak tahu tepat kapan hal mistis ini meluas, tapi menurut Budi, kepercayaan animistik terjadi hampir di seluruh dunia sejak mulai dikenalnya agama. Ibaratnya, peradaban saat itu masih berada di lapisan terbawah. Keberlangsungan yang begitu lama membuatnya sukar hilang.

"Kepercayaan, 'a believe system' pada manusia itu tidak musnah begitu saja. Itu survival. Kepercayaan itu masih klop dengan dunia masa sekarang. Ada klop-nya, ada ya... manusia bisa hidup juga dengan kepercayaan masa lalu," ungkapnya.

Dan yang membuatnya masih langgeng hingga sekarang, lanjut Budi, yakni bagaimana mistis telah berubah menjadi sebuah hiburan.

Muasal Mistis Hidup di Tengah Masyarakat Indonesia [emb]Ilustrasi ritual. Melakukan ritual dipercaya sebagai salah satu bagian dari hal mistis yang bagi sebagian orang bersifat wajib. (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
"Mistis di Indonesia sudah berlangsung sejak ratusan tahun lah, berabad-abad yang lalu. Dan tidak bisa hilang begitu saja meskipun rasionalitas orang Indonesia telah mulai meningkat, tapi itu tidak bisa hilang begitu saja," katanya.

Dia menambahkan, "Orang masih percaya di satu sisi karena ada sensasinya, dan di sisi yang lain ya jelas hiburan."

Cerita-cerita mistis, mitos, klenik dan hal-hal lain yang bersifat takhayul disebut Budi tak lepas dari peran media digital yang membuat penyebarannya jadi lebih luas dan mudah. Terlebih, masyarakat modern kini memiliki ketergantungan pada teknologi.

"Di sisi lain, dengan sensasi yang ditimbulkan buat manusia kian penasaran. Itu sifat manusia, selalu penasaran, ingin tahu, dan itu dibarengi dengan takut, senang atau sebuah kepuasan tersendiri," kata Budi.

Senada, antropolog Imam Ardhianto berpendapat ketertarikan pada hal mistis merupakan kecenderungan alami manusia. Ia menyebut dalam batas-batas tertentu, manusia mempersonifikasi kejanggalan-kejanggalan yang terjadi di luar akal sehat. 

"Hal tersebut biasanya terkait pula dengan penjelasan kenapa kejanggalan itu ada, dan apa dampaknya, dan kenapa dialami oleh orang yang mengalami," ujarnya kepada CNNIndonesia.com. (agn/rea)