Gaib Mistik yang 'Ditelan' Teknologi

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 30/10/2019 11:37 WIB
Gaib Mistik yang 'Ditelan' Teknologi Ilustrasi internet yang mengubah nilai mistik jadi hiburan masyarakat. (Foto: KaboomPics)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejak lama, hal yang berkaitan dengan mistis masih menjadi daya tarik tersendiri bagi sejumlah masyarakat Indonesia, termasuk sebagai tontonan favorit. Di antara banyak genre populer seperti drama dan aksi, horor menempati salah satu posisi teratas film terlaris.

Berdasarkan laman situs filmindonesia.or.id, film Danur: Sunyaruri telah menempati posisi dalam tiga besar film terlaris 2019. Pada 2017, film Pengabdi Setan menempati posisi teratas daftar film terlaris.

Selain itu, belakangan kisah mistis berjudul KKN di Desa Penari sempat menjadi salah satu perbincangan hangat di Twitter. Bahkan, cerita yang diklaim ditulis berdasarkan kisah nyata itu kini diadaptasi ke wujud buku dan film.


Melihat fenomena tersebut, antropolog Budi Rajab mengatakan bahwa hal itu disebabkan oleh faktor hiburan yang ditemukan masyarakat lewat kisah-kisah mistis.

"Sekarang itu, kepercayaan mitos, atau kepada mistik itu karena ada unsur sensasi dan hiburan," katanya kepada CNNIndonesia.com lewat sambungan telepon.

Lebih lanjut, Budi memaparkan bahwa faktor hiburan ini sedikit banyak tak lepas karena pola pikir masyarakat Indonesia yang cenderung menganggap 'lebih' tentang budaya Barat.

"Halloween sendiri sudah menjadi hiburan, yang mungkin tadinya itu bukan hiburan. Jadi peminatnya menjadi lebih banyak, lebih massive dan extensive mungkin. Meluas lah itu sampai ke berbagai tempat, berbagai negara, gitu kan. Dan orientasi kita juga masih 'western minded', sesuatu yang dari Barat selalu menjadi lebih baik menurut kita, tapi utamanya mengandung unsur hiburan," kata Budi.

Budi mengungkapkan bahwa fenomena serupa terjadi pula di masyarakat belahan dunia lain. Sumber utamanya yakni masyarakat Inggris yang dinilai begitu percaya pada hal-hal mistis.

Faktanya, kisah yang menampilkan keberadaan hantu memang terlahir dari sebuah buku dari Inggris. Cerita itu ditulis oleh Horace Walpole pada 1764 dengan judul The Castle of Otranto, bertutur tentang teror di abad pertengahan.

The Castle of Otranto dianggap sebagai novel 'gothic' pertama, di mana lantas gothic itu sendiri berkembang lewat buku, film, seni, musik hingga menjadi subkultur tersendiri, lengkap dengan fesyen yang umumnya serba-hitam.

Mistis, Dulu Ditakuti Kini 'Dikejar' [emb2]Halloween yang datang dari belahan dunia lain kini diadaptasi sebagai hiburan di Indonesia. (Foto: Adhi Wicaksono)
Di Indonesia, Budi mengakui jejak mistis sudah terendus sejak ratusan tahun. Tidak ada kepastian bagaimana orang Indonesia mengenal mistis, namun hal itu kini sudah lekat dalam keseharian.

"Dan mistis di Indonesia sudah berlangsung sejak ratusan tahun lah, berabad-abad yang lalu. Dan tidak bisa hilang begitu saja meskipun rasionalitas orang Indonesia telah mulai meningkat, tapi itu tidak bisa hilang begitu saja," katanya.

"Orang masih percaya di satu sisi karena ada sensasinya, di sisi yang lain ya jelas hiburan," tambah Budi.

Selain itu, dia juga mengatakan bahwa kebangkitan cerita-cerita mistis, mitos, klenik, serta hal yang bersifat takhayul lain karena adanya media digital yang membantu penyebaran lebih meluas. Terlebih hal-hal yang kerap tak terjangkau oleh logika ini selalu menimbulkan sensasi penasaran.

"Itu sifat manusia, selalu penasaran, ingin tahu, dan itu dibarengi dengan takut, senang atau sebuah kepuasan tersendiri," ujar Budi. (agn/rea)