Meski pemeran utama film Love for Sale 2 masih sama, tapi sutradara yang disapa Ucup itu menyuguhkan fokus cerita yang cukup berbeda tapi tak kalah menarik. Kali ini, cerita yang ditulis Ucup bersama Mohamad Irfan Ramly memotret realita yang begitu dekat dan relevan untuk masyarakat Indonesia.
Perihal keluarga dan tekanan soal isu pernikahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ican sendiri tampak belum ingin menikah dan kesulitan mencari pasangan yang cocok dengannya, walau sempat dekat dengan beberapa wanita. Terlebih, dia merasa hampir mustahil mencari calon istri yang cocok dengan sang ibu.
Pucuk dicinta ulam tiba, ibu Ican cocok dengan Arini. Terlebih Arini berhasil memenuhi keinginan Ican dan mencuri hati sang ibu dan keluarga. Kehadiran Arini bak 'malaikat' yang meredam kerewelan Rosmaida.
Tak diduga, Arini (Della Dartyan) berhasil mencuri hati Rosmaida (Ratna Riantiarno), ibu Ican (Adipati Dolken). (dok. Visinema Pictures) |
Menariknya, cerita Love for Sale 2 tidak hanya berfokus pada tiga tokoh utama Arini, Ican, dan Rosmaida. Namun, karakter-karakter pendukung lainnya tak kalah memberi dinamika cerita lebih kompleks yang membuat penasaran, tanpa terasa bosan. Konflik demi konflik mengalir begitu saja, tak terasa dibuat-buat.
Sejumlah karakter pendukung di antaranya adalah kakak dan adik Ican, Anandoyo Tauhid Sikumbang alias Ndoy (Aryo Wahab) dan Yunus Tauhid Sikumbang alias Buncun (Bastian Steel), kemudian ada geng Sikumbang, yakni Surya, Romli, dan Jaka (Abdurrahman Arif, Revaldo, dan Adriano Qalbi), Daeng Ibrahim (Yayu Unru), serta Maya (Putri Ayudya).
Masing-masing pemeran memiliki karakter dengan kekhasan dan masalah sendiri-sendiri. Dan Ucup memberi porsi yang pas terhadap tiap-tiap peran, keterlibatan mereka benar-benar melengkapi cerita Love for Sale 2.
Chemistry antara para anggota geng Sikumbang, kemudian tiga Sikumbang bersaudara, sukses mencuri perhatian dalam Love for Sale 2.
Film 'Love for Sale 2' memiliki permasalahan yang lebih kompleks dan dekat dengan realita sehari-hari. (dok. Visinema Pictures) |
Permasalahan utama tentang tekanan untuk menikah, menjadi teror yang begitu dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia. Untuk itu, apresiasi lebih layak diberikan pada Ratna Riantiarno yang sukses memainkan peran sebagai ibu-ibu menyebalkan yang 'gemar' meneror anak. Namun di balik itu, kasih seorang ibu terhadap anak tetap tergambar.
Setidaknya, beberapa potret itu pernah ditemui, bahkan dialami sendiri oleh para penonton.
Secara keseluruhan, Love for Sale 2 sukses menjadi sekuel dengan nafas yang berbeda, lebih relevan dengan situasi masyarakat Indonesia. Sebuah kisah yang tak hanya menyuguhkan kisah cinta, tapi juga drama kehidupan dalam sebuah keluarga. (agn/rea)
Tak diduga, Arini (Della Dartyan) berhasil mencuri hati Rosmaida (Ratna Riantiarno), ibu Ican (Adipati Dolken). (dok. Visinema Pictures)
Film 'Love for Sale 2' memiliki permasalahan yang lebih kompleks dan dekat dengan realita sehari-hari. (dok. Visinema Pictures)