Review Album: Potret - 'Nana Nana'

Tim, CNN Indonesia | Senin, 04/11/2019 08:27 WIB
Review Album: Potret - 'Nana Nana' Setelah 11 tahun, Potret melepas mini album bertajuk 'Nana Nana'. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di era 90-an, Potret muncul dan memberi kesegaran lewat album self titled pada 1995. Waktu itu Indonesia punya banyak sekali band, namun Melly Goeslaw yang menyanyikan lirik 'nakal' tetap mengejutkan publik.

Tak butuh waktu lama sampai Potret mendapat stigma unik dan 'fun'. Lirik-liriknya berbeda dari kebanyakan lagu yang beredar saat itu, aransemennya cerdas, dan gaya Melly sebagai vokalis membuatnya mudah dikenali.

Potret II dan Cafe menyusul pada 1997 dan 1998. Kemudian, From Dawn to Beyond (2001), Positive+POSITIVE (2003), serta I Just Wanna Say I L U (2008). Melly dan Anto Hoed sang suami lantas mengembangkan karier sebagai pasangan lagu tema film Indonesia paling populer, dan mau tak mau Potret pun tak mendapat perhatian seperti dulu lagi.


Tiba-tiba, pada 25 Oktober Melly mengumumkan Potret memiliki mini album terbaru bertajuk Nana Nana. Artwork-nya ramai dan meriah, menampilkan Melly Goeslaw, Anto Hoed, Aksan Sjuman, Nikita Dompas, dan pianis Mery Kasiman sebagai pengisi Potret.

Hanya ada lima lagu dalam mini album ini, dibuka oleh Nana Nana yang ceria, mengusung semangat 90-an Potret. Liriknya amat sederhana, dan Melly menyanyikannya dengan gaya lama. Bagian outro jelas menunjukkan lagu itu memang milik Potret.

Lagu 90's ditempatkan sebagai yang kedua. Sekali lagi, Potret hanya menjadi dirinya sendiri dengan penulisan lirik 'asal' yang justru enak diucapkan. Lagu 90's seolah menegaskan mitos, 'era musik 1990-an adalah yang terbaik'.

"Mari semua berkumpul, mari semua bernyanyi, mari semua dengar musik 90's. Anak 90-an boleh bangga boleh senang, musik 90's paling berjaya," kata Melly, menambahi semangat itu dengan chant, "Hey! 90's!"

Potret dalam formasi lima orang telah bertahan sejak 2015 lalu. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)
Di lagu ini pula, Mery Kasiman memperdengarkan kemampuan memainkan tuts. Aransemen Lagu 90's terasa penuh, ramai, tapi menyenangkan. Karya yang memiliki penjiwaan band, segar di antara banyaknya lagu yang serba elektronik seperti hari ini.

Dawai Gitar dibuka dengan ketukan yang sangat khas Melly Goeslaw. Masuk ke pertengahan lagu, tiba-tiba ia kehilangan nafas Potret. Rasanya lebih menyerupai lagu solo Melly, atau proyek lagu tema film percintaan Indonesia. Yang satu ini, berlalu begitu saja.

Berikutnya, adalah Kenyataan. Lagu yang sama pernah dimuat dalam album Cafe (1999). Tidak banyak perubahan aransemen di sini, itu sebabnya Kenyataan punya rasa Potret paling kental. Pertama kali mendengar lagu ini di Nana Nana, rasanya seperti terlempar ke masa kecil.

Aransemen Kenyataan versi baru ini lebih penuh, Melly juga menampilkan gaya bernyanyi yang lain dari sebelumnya. Mendengar Kenyataan, niscaya akan membuat rindu pada karya-karya lama Potret seperti Takut Terlambat dan Terbujuk.

Sebagai penutup mini album Nana Nana, ada Gak Mau Galau. Sesuai judul, Melly berkeluh soal cinta. Ia mengambil warna vokal berbeda, dengan intro piano yang memiliki vibrasi seperti dalam Diam. Balada ala Potret, teror yang menghantui sampai lagu usai.

Di unggahan Instagram di mana ia mempromosikan mini album ini, Melly menyampaikan bahwa Potret menggarap Nana Nana dengan cara 'organik'. Dalam artian, segala proses produksi dilakukan di studio di kediaman yang ia tinggali bersama Anto Hoed.

"Untuk yang suka dengan lagu ini, jangan terlalu berharap banyak ada klip-nya. Karena kami juga enggak punya modal buat bikin klip," kata Melly dalam unggahan itu.

[Gambas:Instagram]

Tentu saja kalimat 'tak punya modal' di atas sukar dipercaya. Tetapi sejak awal, Potret selalu menawarkan idealisme 'menggemaskan'. Tidak adil untuk mengharapkan Nana Nana memiliki kenakalan seperti 20 tahun lalu, mereka kini sudah dewasa, kehidupan telah berubah, demikian pula era musik 90-an yang sudah lama berakhir.

Namun bila Nana Nana dimaksudkan untuk menandai era baru Potret, maka semangat muda mereka sungguh layak diapresiasi. Semoga, semoga saja, Potret tidak menunggu 11 tahun ke depan sebelum merilis album lainnya. (rea)