GOT7, Boyband 'Lintas Negara' yang Gemar Bereksperimen

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 05/11/2019 21:02 WIB
GOT7, Boyband 'Lintas Negara' yang Gemar Bereksperimen Boyband GOT7 memiliki member yang datang dari berbagai negara. (dok. JYP Entertainment)
Jakarta, CNN Indonesia -- GOT7 kembali melalui 'Call My Name', mini album ke-10 yang dirilis sejak debut pada 2014. GOT7 merupakan boyband asuhan JYP Entertainment yang beranggotakan JB, Mark, Jinyoung, Jackson, Youngjae, Bambam dan Yugyeom.

Member GOT7 berasal dari berbagai negara. JB, Jinyoung, Youngjae dan Yugyeom berasal dari Korea. Sementara Mark berasal dari Amerika Serikat, Jackson dari Hong Kong dan Bambam dari Thailand.

Sebelum debut bersama GOT7, JB dan Jinyoung telah lebih dulu debut dalam JJ Project dan menjadi aktor dalam drama 'Dream High' (2012) serta 'When a Man Falls in Love' (2013).

Sementara, Jackson adalah atlet fencing nasional Hong Kong yang akhirnya memilih menjadi idol dan debut dalam GOT7. Bersama Mark, BamBam dan Yugyeom, Jackson menyiapkan debut bersama dan tampil dalam survival show Who is Next: WIN.


Youngjae menjadi member yang terakhir bergabung dan debut setelah menjalani pelatihan tujuh bulan, paling singkat dibandingkan member lainnya.

GOT7 debut pada 2014 melalui 'Girls Girls Girls'. Awalnya, CEO JYP Entertainment Park Jinyoung menyiapkan GOT7 sebagai grup hip hop. Dalam video musik debut, para member terutama Mark dan Jackson melakukan martial arts, JB pun menunjukkan kemampuan b-boying.

[Gambas:Youtube]

Kala itu, mereka dibandingkan dengan pendahulunya, 2PM, yang kerap menonjolkan tarian akrobatik dalam koreografi. GOT7 merupakan boyband pertama yang debut dalam JYP setelah 2PM pada 2008.

Konsep hip hop tersebut masih dibawa hingga mini album kedua, 'Got Love', yang memiliki lagu utama bertajuk 'A'. Kendati demikian, lagu tersebut jauh lebih berwarna dan ceria dibandingkan Girls Girls Girls.

Awalnya, GOT7 dibentuk dengan konsep hip hop. (dok. JYP Entertainment)
Penampilan GOT7 berubah 180 derajat pada 2015 ketika merilis 'Just Right' dengan nuansa warna warni, menyertai musik yang ceria dan ringan dibandingkan seluruh pendahulunya. Di tahun yang sama, mereka kembali dengan konsep 'gelap' melalui 'If You Do'.

Konsep kembali berubah saat merilis 'Confession Song' dalam mini album 'Mad: Winter Edition', jadi ceria dan lembut.

GOT7 mulai merilis album dengan teori yang saling berkelanjutan sejak 2016. Dimulai dari 'Flight Log: Departure' dengan 'Fly' sebagai lagu utama, di mana mereka menjadi grup Korea pertama yang masuk Top 100 Artist Billboard setelah Psy.

Flight Log: Departure berlanjut ke 'Flight Log: Turbulence' (2016) dengan 'Hard Carry' sebagai lagu utama. Teori album tersebut diteruskan pada 'Flight Log: Arrival' (2017) yang memiliki 'Never Ever' menjadi lagu utama.

Pada 2017, GOT7 kembali mencoba ragam genre. Setelah lagu bertempo cepat dalam Never Ever, mereka mencoba genre lain melalui lagu 'You Are' yang serta dalam mini album '7 for 7', juga lagu 'Teenager' yang menjadi b-side album yang sama.

Tak hanya di Korea, GOT7 juga aktif di Jepang sejak 2015. Lagu-lagu yang dirilis berbeda dengan versi Korea. Lagu Jepang GOT7 terdengar lebih kental nada rock dengan beat ala Jepang.

Namun, GOT7 harus beraktivitas dan promosi di Jepang tanpa Jackson sejak 2017. Hal itu bermula karena permasalahan kesehatan dan penyesuaian jadwal. Oleh sebab itu, Jackson memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak dengan Sony Music Entertainment Jepang.

Dengan enam anggota, GOT7 merilis beberapa mini album seperti 'I Won't Let You Go' yang langsung menyapu bersih tangga lagu Oricon serta 'Love Loop' yang dirilis pertengahan 2019 lalu.

GOT7 diketahui kerap mencoba berbagai ragam konsep. (dok. JYP Entertainment)
Pada 2019, JYP Entertainment membuat sub-unit baru dari GOT7 yakni Jus2 yang beranggotakan sang leader dan maknae (member termuda), JB dan Yugyeom. Mereka merilis mini album dengan 'Focus on Me' sebagai lagu utama.

Terbaru, GOT7 merilis 'Call My Name'. Jinyoung mengatakan mereka terlihat lebih seksi dengan musik yang lebih sederhana dan minimalis dalam mini album tersebut. Meski genre musik berubah lagi, ia memastikan mereka masih berpegang pada fondasi yang tak berubah, yakni ahgase (IGOT7), sebutan bagi penggemar.

Dalam video musik You Calling My Name, GOT7 menaruh banyak warna hijau neon yang menjadi warna identitas ahgase. Sementara dalam video musik Love Loop, mereka menaruh seekor burung terbang yang juga merepresentasikan ahgase, yang berarti bayi burung.

Demikian pula dengan lagu 'Miracle'. Lagu itu berkisah tentang gadis kecil, seorang ahgase, yang sakit dan berharap bertemu GOT7 setidaknya satu kali selama hidup. Harapan itu disampaikan kepada kakaknya yang kemudian diteruskan kepada orang tua.

Gadis tersebut akhirnya mendapatkan tiket fan meeting untuk bertemu sang idola. Namun sayang, ia meninggal dunia sebelum berjumpa dengan GOT7. Sang kakak lantas mencuitkan hal tersebut dan menyebut akun Mark di Twitter.

[Gambas:Youtube]

Kisah itu akhirnya sampai kepada GOT7, hingga Miracle lahir sebagai hadiah dan pengingat atas kehadiran ahgase kecil bernama Cherry tersebut.

Sejak debut, GOT7 telah meraih beragam penghargaan seperti Artist of the Year dan Best Popular Award Asia Artist Awards 2018, Album of the Year (kuartal pertama) Gaon Chart Music Awards 2017, dan Best New Artis Golden Disc Awards 2015. (chri/rea)