Salah satu anggota asosiasi agensi IZ*ONE mengatakan para member saat ini sudah merasa tidak nyaman dan tertekan karena permasalahan manipulasi suara tersebut.
"Kami berusaha menenangkan para member. Namun, kami setuju seperti tidak mungkin melanjutkan promosi dalam kondisi seperti ini. Ditambah ini isu yang sangat berpengaruh dan kontroversi di masyarakat," kata agensi seperti dilansir Donga via Naver.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, hal itu ternyata tak hanya dilakukan di Produce X 101 yang melahirkan X1. PD Ahn Joon-young mengaku telah memanipulasi suara sejak Produce 48 yang menghasilkan girlgroup IZ*ONE.
"Grup ini sekarang dilabeli sebagai sebuah kecurangan dan para anggota diejek karena memanipulasi peringkat. Belum lagi jika terungkap nama member yang ternyata mendapat 'keuntungan', itu akan memperparah keadaan," tuturnya.
Permasalahan ini disebut akan diselesaikan di tangan CJ ENM. Sebagian besar agensi sudah bersiap menghadapi hasil terburuk, yakni pembubaran grup.
Boygroup X1 terancam bubar karena skandal manipulasi suara di program pencarian bakat 'Prduce X 101'. (dok. TvN) |
"X1 sedang menuntaskan acara-acara yang telah dijadwalkan sebelumnya. Mereka tidak akan promosi lagi setelah itu selesai," Asosiasi agensi menegaskan.
Pekan lalu, Kepolisian Korea menahan PD Ahn Joon-young serta beberapa petinggi agensi dan petinggi Produce X 101. Hal itu menyebabkan seluruh rencana promosi IZ*ONE dibatalkan mulai dari konser comeback, reality show hingga penayangan film 'Eyes On Me' di Indonesia.
Skandal manipulasi suara tersebut juga membuat penandatanganan kontrak eksklusif X1 bersama CJ selama lima tahun ditunda hingga kini. (chri/rea)
Boygroup X1 terancam bubar karena skandal manipulasi suara di program pencarian bakat 'Prduce X 101'. (dok. TvN)