Buat 'Nobar', Donald Trump Terpincut 'Joker'

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 19/11/2019 12:02 WIB
Buat 'Nobar', Donald Trump Terpincut 'Joker' Presiden AS Donald Trump menyelenggarakan 'nobar' Joker di Gedung Putih dan terpincut dengan film yang dibintangi Joaquin Phoenix itu. (Dok. Warner Bros Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi tuan rumah nonton bareng film Joker di Gedung Putih pada akhir pekan lalu. Penayangan spesial tersebut dihadiri anggota keluarga, rekan, serta beberapa karyawan.

Melansir Yahoo News via NME, salah seorang perwakilan Gedung Putih mengatakan Presiden Trump menikmati dan menyukai film karya Todd Phillips tersebut.

Trump merupakan penikmat film sejak dulu. Ketika masih menjadi pengusaha properti, Trump rutin menonton film di pesawat jet pribadi. Salah satu film favoritnya adalah Bloodsport, film martial art klasik yang dibintangi Jean-Claude Van Damme pada 1988.


Tak hanya itu, Trump juga beberapa kali menjadi kameo dalam sejumlah film seperti 'Home Alone 2: Lost in New York', 'Two Weeks Notice' dan Ghost Can't Do It'.

Presiden Trump juga memiliki hubungan pribadi dengan film 'Batman'. Sejumlah adegan dalam 'Dark Knight Rises' yang tayang pada 2012 diambil dari kantor pusat Trump di Manhattan, Trump Tower.

Saat itu, Trump berkicau bahwa syuting di bangunan miliknya bisa meningkatkan kesuksesan film tersebut.



Sejak tayang tujuh tahun lalu, The Dark Knight Rises berhasil mendapatkan US$1,084 miliar dan berada di posisi ke-29 film terlaris di dunia sepanjang masa.

Sementara itu, Joker telah meraih US$1,018 miliar atau sekitar Rp14,3 triliun dan duduk di posisi 43 film terlaris di dunia sepanjang masa. Angka itu sudah melampaui capaian The Dark Knight (2008) US$1 miliar.

Capaian tersebut juga membuat Joker menjadi film terlaris sepanjang masa yang diadaptasi dari komik. Joker juga menjadi film dewasa terlaris sepanjang masa setelah melewati capaian Deadpool.

Joker menggambarkan kontroversi mengenai kekerasan serta dampaknya melalui bintang utama, Joaquin Phoenix di sepanjang film. Sutradara Todd Phillips menilai hal itu baik untuk memberi tahu situasai yang sesungguhnya terjadi di masyarakat.

"Menurut saya, saya pikir bukan kah hal itu baik untuk menunjukkan implikasi kekerasan di dunia nyata? Bukan kah itu baik untuk menghilangkan kekerasan dalam kartun yang sudah biasa kita lihat?" ucap Todd Phillips.

Ia pun tak menutup kemungkinan terkait sekuel Joker. Namun, menurutnya, film lanjutan harus tetap memiliki tema yang berhubungan dengan Joker. (chri/end)