Music at Newsroom

Sir Dandy, Bisnis Mebel Rumahan Berujung Digaet Label Rekaman

CNN Indonesia | Senin, 25/11/2019 20:00 WIB
Sir Dandy, Bisnis Mebel Rumahan Berujung Digaet Label Rekaman Berawal dari pertemuan dengan Widi Puradiredja saat menjalankan bisnis mebel, Sir Dandy bisa merilis album perdana yang mengawali kariernya sebagai musisi solo. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- "Furniture membawa future," demikian seniman sekaligus vokalis The Upstairs, Jimi Multhazam, menggambarkan karier seorang Dandi Achmad Ramdani alias Sir Dandy.

Nama Sir Dandy Harrington memang kini lebih dikenal sebagai musisi yang sudah menciptakan satu album dan album mini. Namun ternyata, karier solo personel Teenage Death Star ini berawal dari usahanya di bidang furnitur bernama Harrington Home.

Saat sedang menggeluti bidang usaha tersebut, Sir Dandy dipertemukan dengan Widi Puradiredja, salah satu personel Maliq & D'Essentials yang pada akhirnya memproduseri album perdana musisi asal Kota Kembang itu.


"Dulu saya punya toko furnitur, beli furnitur bekas jadi, dirapiin, dijual lagi. Si Widi tuh waktu itu dateng ke rumah mau beli meja buat kantornya. Jadi kenalnya di situ, enggak lewat musik," ujar musisi yang kerap disapa Acong itu saat berkunjung ke kantor CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.
Sir Dandy, Bisnis Mebel Rumahan Berujung Digaet Label RekamanSir Dandy saat berkunjung ke kantor CNNIndonesia.com. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Lama berselang, Acong kembali bertemu dengan Widi di satu kesempatan. Kala itu, Sir Dandy sudah mengantongi sejumlah materi musik solo dan bakal tampil di Rossi Musik, Fatmawati.

"Ketemu, terus saya bilang, 'Mau enggak bantuin main drum?' Dia akhirnya main drum sama main keyboard, jadi di sebelahnya ada keyboard. Dulu formasinya, gua, Hasief (Ardiasyah, personel Monday Math Class) di gitar, Ade Paloh (Gitaris Sore) main bass, sama Widi," tutur Sir Dandy.

Dari panggung tersebut, Widi akhirnya membantu Sir Dandy dalam beberapa penampilan. Hingga akhirnya, Widi menawarkan Sir Dandy untuk datang ke studio barunya dan Maliq & D'Essentials di Bintaro.

"Dia main drum berapa kali manggung terus akhirnya dia nawarin, 'Eh, gua pindah studio nih ke Bintaro. Lo mau enggak cobain rekaman?' Jadi yang merawanin studionya si Maliq tuh gua duluan tuh," kata Acong sambil tertawa.

Menurut Sir Dandy, proses rekaman itu berlangsung sangat spontan. Ia bahkan tak menggunakan metronome, alat yang biasanya dipakai untuk menjaga tempo musik ketika rekaman.

"Jadi enggak ada metronome, enggak ada apa. Pokoknya enggak ada teknik rekaman lah. Pokoknya itu si Widi yang menyesuaikan semua. Jadi si Widi yang abis ngetake gitar, baru gua vokal," tutur Sir Dandy.

Melanjutkan ceritanya, ia berkata, "Berdua doang. Udah jadi, tinggalin aja. Nih, lagu-lagunya udah gua jadiin, rekam, tinggalin, dua minggu kemudian (Widi) dateng udah diisi semua. Dan udah ada album satu aja gitu."

Alhasil, Sir Dandy merilis album perdananya yang bertajuk Lesson #1 di bawah naungan label rekaman Maliq & D'Essentials, Organik Records, pada 2011.

Sir Dandy tak menyangka publik mengapresiasi album berisi sepuluh lagu itu dengan baik, padahal ia termasuk "urakan" dalam bermusik.

"Gua bahkan bilang ke si Widi, 'Lo mau rilis gua? Tapi kalo misalnya enggak laku, lo jangan komplain ya? Pokoknya kalau enggak laku atau apa, lo jangan nuntut atau jangan komplain. Ya, gua mah gini,'" ucap Acong.

[Gambas:Video CNN]

Ia kemudian menjelaskan, "Ya, maksudnya ya senang-senang saja. Nilai secara ekonominya enggak tahu lah ya. Ternyata ya lumayan orang pada lumayan apresiasinya lumayan bagus."

Hingga kini, Sir Dandy masih menjalin hubungan baik dengan Widi. Ia bahkan mengajak Widi untuk ikut menggarap album mini bertajuk Intermediate yang rilis pada tahun ini.

Sir Dandy akan memperkenalkan Intermediate di acara Music at Newsroom yang bisa diakses melalui streaming di CNNIndonesia.com pada Jumat (29/11) pukul 14:00 WIB. (has/has)