Ribuan penonton yang telah memadati area Ovo Stage kegirangan begitu Tipe-X memulai aksinya dengan lagu 'Genit'. Lengan langsung disingsingkan, badan membungkuk, tangan menyiku digoyangkan ke depan-belakang bergantian, kaki terangkat, kepala geleng-geleng. Mereka pun berjoget ala ska sambil ikut meneriakkan lirik-lirik lagu itu.
Lihat juga:Sentimental Moods: Musik Ska Belum Mati! |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama sekitar 45 menit tampil, Tresno Riadi dkk juga membawakan lagu-lagu seperti 'Biar Ngga Penasaran', 'Karena Cemburu', 'Lagi-Lagi Sendiri', serta 'Boyband'.
Sebagai pamungkas, Tipe-X kembali membawa penonton seru-seru bersama lewat lagu 'Sakit Hati' dan 'Kamu Ngga Sendirian'.
Secara keseluruhan, masalah sound cukup membuat penampilan Tipe-X tak maksimal dan interaksi mereka tak terdengar jelas. Namun, aksi band yang dibentuk pada 1995 itu tampaknya masih memenuhi ekspetasi para pengunjung.
Masa Jaya
Ska, yang berasal dari Jamaika, pernah mencicipi masa jaya yang singkat di Indonesia di akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Tipe-X menjadi penanda zaman itu. Selain itu, ada pula nama Jun Fan Gan Foo, Shaggy Dog, Noin Bullet.
Musik ini pun menularkan wabah fashion dan gaya hiidup; rambut klimis, pakaian rapi, dan tak lupa, joget ska, yang waktu itu juga kerap disebut pogo dance. Sayang, kegembiraan joget ska tak langgeng. Industri musik Indonesia kembali ke selera pasar asal: melayu mendayu-dayu.
Setidaknya, kehadiran Tipe-X di ajang 90's Festival itu bak memutar ulang memori, menelusuri jalan yang pernah dilalui aliran ska di Indonesia.
Tidak hanya Indonesia, musisi internasional seperti Hanson dan Aqua pun ikut menjadi penampil utama.
Selain dihibur dengan penampilan sejumlah musisi, para pengunjung pun dapat bernostalgia dengan pernak-pernik, rilisan album fisik lawas, hingga jajanan khas 90-an.
(agn/arh)