Jika di album pertama, Lesson #1 (2011) ada Widi Puradiredja di balik layar yang menyarankan ia untuk serius rekaman, maka di album kedua, Intermediate, ada beberapa orang kawan yang selalu siap sedia meminjamkannya gitar, seperti Vincent Rompies eks Club 80's dan Riko Prayitno dari Mocca.
Padahal, menurut Sir Dandy, dirinya sudah memiliki gitar Epiphone, yang jujur tak ia ketahui keberadaannya kini.
Lihat juga:Review Album: Sir Dandy - Intermediate |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dulu, saat belajar memainkan gitar pun Sir Dandy dipinjami oleh Ade Paloh, gitaris Sore. Ia lantas mengulik lagu band-band kesukaannya seperti The Libertines lewat internet, tapi usahanya tak berbuah manis seperti harapan. Namun setidaknya, kini ia bisa memainkan kunci-kunci dasar gitar.
Vokalis band legendaris Teenage Death Star tersebut kemudian tak dapat mengingat password akun YouTube-nya, sehingga kesenangan itu berlalu begitu saja. Ia tak ambil pusing. Kemudian, datang pula 'kesenangan' lain, yaitu tawaran rilis album dari Widi.
"Gue cuek banget waktu bikin album itu [Lesson #1]. Makanya gue di awal rekaman gue bilang ke Widi, 'Lo mau rilis album gue? Kalau enggak laku, jangan komplain ya? Jangan nuntut juga, gue mah begini," tutur Sir Dandy, mengingat album solo perdana yang rilis di bawah Organic Records yang juga menaungi Maliq & D'Essentials.
Sir Dandy, bermusik tanpa pretensi. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Sir Dandy menyebut Jon Snow sebagai favoritnya dari Intermediate. Ia mengaku begitu menyukai bagian gitar lagu tersebut.
"Jon Snow itu kunci gitarnya dulu yang nemu, tapi belum tahu liriknya. Saya suka gitarnya. Itu ngalir aja. Masih banyak lirik yang belum masuk di hasil lagu akhirnya, tapi udah kepanjangan, jadi ya udah," katanya.
Sir Dandy akan membawakan sejumlah lagu andalan, termasuk dari album Intermediate, dalam Music at Newsroom yang bakal tayang melalui streaming di CNNIndonesia.com pada Jumat (29/11) pukul 15.00 WIB. (rea)
Sir Dandy, bermusik tanpa pretensi. (CNN Indonesia/Hesti Rika)