Jadi Korban KDRT, Aktris 'Supergirl' Pernah Patah Hidung

tim, CNN Indonesia | Jumat, 29/11/2019 12:45 WIB
Jadi Korban KDRT, Aktris 'Supergirl' Pernah Patah Hidung Melissa Benoist, aktris pemeran serial 'Supergirl' menceritakan pengalamannya jadi korban kekerasan dalam hubungan secara terbuka lewat Instagram. (Chris Delmas / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bintang serial 'Supergirl', Melissa Benoist mengakui dirinya pernah jadi korban kekerasan domestik. Ia mengunggah sebuah video di Instagram, menceritakan pengalaman tersebut secara terbuka pada Kamis (28/11).

Melissa tidak menyebutkan nama mantan pasangannya secara eksplisit, namun dalam video, ia menggambarkan si pelaku sebagai seorang pria yang menarik, lucu, manipulatif, licik, juga berusia lebih muda darinya.

"Saya adalah seorang penyintas yang selamat dari kekerasan dalam rumah tangga atau kekerasan dari pasangan intim, yang tidak pernah saya duga bakal saya siarkan," katanya, mengawali video berdurasi hampir 15 menit tersebut.


Melissa menuturkan, rentetan peristiwa itu terjadi setelah lima bulan berkencan. Ia menyebut sejumlah tindakan kekerasan yang ia alami, diawali dengan lemparan botol yang mengenai pipi, sementara wajahnya dipenuhi cairan minuman. Tindakan lain meliputi pukulan dan tamparan di muka, bahkan lemparan ponsel yang menyebabkan hidungnya patah dan bola matanya nyaris pecah.

"Kebenaran yang saya pelajari adalah saya tahu rasanya dijatuhkan dan dipukuli berulang kali, begitu keras sampai saya bisa merasa angin keluar dari saya, rambut yang ditarik di sepanjang trotoar, kepala yang diduduki, dicubit sampai kulit terluka, didorong menabrak tembok sampai catnya retak, dicekik," ujar Melissa kemudian. 

Untuk setiap tindak kekerasan yang dilakukan, dia mengungkapkan pasangannya saat itu akan menggendongnya dan meletakkan dia di bak mandi kosong, sebelum membuka keran dan memulai hal yang disebut Melissa sebagai 'tipikal permintaan maaf dari pelaku kekerasan'.

Seiring berjalannya waktu, Mellisa mengaku dirinya sendiri jadi melakukan kekerasan dengan melawan balik. Namun setelah insiden pelemparan ponsel, ia memutuskan meninggalkan pasangannya.
Keberanian mengungkap pengalaman jadi korban kekerasan domestik Melissa Benoist mendapat pujian dari banyak orang. (Dia Dipasupil/Getty Images/AFP)
Dia menggambarkan hubungannya saat itu selalu penuh kecemburuan, hingga mempengaruhi karier karena si pasangan tak ingin Melissa melakukan adegan yang dinilai 'menggoda pria lain'. 

"Bekerja menjadi subyek sensitif. Dia [pasangan] tidak mau saya melakoni adegan ciuman atau adegan genit, yang sangat sulit saya hindari. Jadi saya mulai menolak audisi, tawaran pekerjaan, ujian, persahabatan karena saya tak ingin menyakitinya," kata Melissa.

Wanita 31 tahun itu menutup video dengan mengatakan dia akan pulih dari trauma itu. Melissa sempat mengutip statistik dari Departemen Kehakiman AS bahwa satu dari empat wanita di AS berusia 18 tahun ke atas pernah mengalami kekerasan fisik setidaknya sekali dalam seumur hidup. 

"Saya ingin statistik berubah dan saya harap kisah saya dapat mencegah lebih banyak cerita serupa terjadi," ujarnya.

Mengutip Variety, produser eksekutif Supergirl Greg Berlanti dan Sarah Schecter menganggap Melissa Benoist bagai 'seorang pahlawan sejati, baik di dalam maupun di luar layar'.

"Dia wanita luar biasa dan kami bangga untuk berdiri mendampinginya dan di belakangnya. Kami bersorak untuk keberaniannya dan kekuatannya dan kami bergabung dengannya dalam harapan aksi kejujuran ini membuat orang lain berani berbicara dan mendapatkan rasa aman dan dukungan. Kami mencintaimu, Melissa," tulis mereka sebagai respons atas video Melissa tersebut.

[Gambas:Video CNN] (daf/rea)