Dituding Presiden Brasil, DiCaprio Bantah Jadi Donor WWF

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 30/11/2019 19:26 WIB
Dituding Presiden Brasil, DiCaprio Bantah Jadi Donor WWF Aktor Hollywood Leonardo DiCaprio. (Vivien Killilea/Getty Images for SAG-AFTRA Foundation/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Leonardo DiCaprio membantah dirinya adalah salah satu donor WWF (World Wide Fund), organisasi yang dituding Presiden Brasil Jair Bolsonaro berkontribusi pada kebakaran hutan Amazon.

"Rakyat Brasil bekerja untuk menyelamatkan warisan alam dan budaya mereka. Meski layak mendapat dukungan, kami tidak mendanai organisasi yang ditargetkan," kata DiCaprio dilansir dari ABC, dalam pernyataannya, Minggu (30/11).

Sebelumnya Bolsonaro menyebut WWF dengan sengaja membayar pada relawan pemadam kebakaran untuk mendapatkan foto hutan Amazon yang terbakar.


"Lalu apa yang dilakukan para relawan? Apa hal yang paling mudah? Membakar hutan itu lalu mengambil foto dan videonya," kata Bolsonaro.

Bolsonaro tanpa memberikan bukti kemudian menuding DiCaprio juga memberikan dana pada WWF.

"WWF berkampanye melawan Brasil, lalu mengontak DiCaprio yang mendonasikan 500 ribu dolar," ujarnya.

"Sebagian uang itu masuk pada orang-orang yang membakar hutan. Leonardo DiCaprio, Anda berkontribusi pada kebakaran hutan di Amazon. Ini tidak diperbolehkan."

DiCaprio sendiri dikenal sebagai salah satu aktivis yang memerangi kerusakan alam. Ia kerap berbicara tentang masalah lingkungan, termasuk kebakaran hutan di Amazon.

Organisasi lingkungan DiCaprio, Earth Alliance, juga telah menjanjikan US$5 juta untuk membantu melindungi Hutan Amazon, setelah gelombang kebakaran menghancurkan sebagian besar hutan hujan terbesar di dunia itu sepanjang bulan Juli dan Agustus.

WWF telah membantah menerima dana dari DiCaprio.

Ucapan Bolsonaro muncul setelah empat sukarelawan pemadam kebakaran ditangkap pada Selasa (12/11).

Kepolisian Brazil menangkap mereka dengan tuduhan atas sengaja membakar hutan untuk mendokumentasikannya demi mengumpulkan lebih banyak sumbangan dari simpatisan.

Penggerebekan polisi tersebut terletak di markas besar dua kelompok nirlaba di negara bagian Para, Amazon pada awal pekan ini.

Akan tetapi, para sukarelawan pemadam kebakaran membantah melakukan pembakaran, dan pada akhirnya dibebaskan dari tahanan.

Bukan organisasi nirlaba ataupun pemadam kebakaran, Jaksa federal mengatakan penyelidikan mereka menunjuk pada perusak lahan sebagai tersangka utama kebakaran.

Pasalnya, peternak sapi, petani, dan penebang liar memang telah lama menggunakan api untuk membersihkan lahan di Hutan Amazon yang lebih memungkinkan sebagai penyebab kebakaran. (ara/vws)