Dalam buku yang belum disebutkan judulnya itu, Endah Widiastuti dan Rhesa Aditya bakal bertutur soal jejak mereka selama berkarier, termasuk soal konflik yang harus dihadapi, serta hubungan sebagai rekan kerja, juga pasangan kekasih yang akhirnya beranjak ke pernikahan.
"Ketika kami di dalam studio situasinya seperti apa, ya itu kami ceritakan. Itu menarik sih, jadi sebenarnya kami tuh sama saja dengan band lain, ada konflik, ada berantem, ada ya mungkin ada keinginan kayak 'ini sendiri-sendiri aja deh'. Jadi di buku ini akan cerita semuanya," kata Endah kala ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (3/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak sentimentil gitu, ada akhirnya jadi terharu juga, nangis-nangis juga ada, marah juga ada, dan itu tuh dibikin pada saat pembuatan album terakhir, yang mana pembuatan album terakhir tuh sangat penuh dengan drama," katanya lagi.
Endah Widiastuti kala ditemui di Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (3/12). (CNN Indonesia/ Kiara Juliane) |
"Buat saya pribadi sebagai musisi yang memiliki banyak - bukan memiliki karya - memiliki perjalanan, kayaknya penting kalau buat saya pribadi punya satu rekaman jejak yang di luar dari musik," ujarnya.
Buku itu ditulis oleh Eko Wustuk dan diterbitkan oleh Edraflo. Sementara Resha Aditya sang suami sekaligus bassist Endah N Rhesa bertanggung jawab di sektor artwork. Ia membuat karya pembatas buku, stiker, sampai poster yang bisa didapatkan melalui sistem pra-bayar.
[Gambas:Video CNN] (kir/rea)
Endah Widiastuti kala ditemui di Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (3/12). (CNN Indonesia/ Kiara Juliane)