Sejuta Orang Teken Petisi Tolak Film 'Yesus Gay' di Netflix

CNN Indonesia | Selasa, 17/12/2019 18:53 WIB
Lebih dari satu juta orang meneken petisi menolak film Netflix bertajuk 'The First Temptation of Christ' yang menggambarkan Yesus sebagai seorang gay. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Daniela)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lebih dari satu juta orang menandatangani petisi untuk menolak film Netflix bertajuk "The First Temptation of Christ" yang menggambarkan Yesus sebagai seorang gay.

Petisi penolakan terhadap film karya kelompok komedian YouTube Brasil, Porta dos Fundos, itu digalang melalui situs change.org.

Digagas oleh pemilik akun Alex Brindejoncy pada dua pekan lalu, petisi itu kini terpantau sudah ditandatangani oleh 1,8 juta orang.


"Kami mendukung pelarangan film Natal dari Porta dos Fundos yang berjudul The First Temptation of Christ," demikian bunyi petisi tersebut.

Tak hanya itu, petisi tersebut juga menyerukan agar Netflix menghapus "The First Temptation of Christ" dan menuntut Porta dos Fundos atas tuduhan kejahatan terhadap kepercayaan.

"Kami juga menuntut permohonan maaf karena mereka benar-benar melukai umat Kristen," bunyi petisi tersebut.

Dalam "The First Temptation of Christ", Yesus digambarkan menjalin hubungan dengan seorang rekan lelaki bernama Orlando. Mereka tiba di rumah Maria dan Yusuf yang sudah mempersiapkan pesta untuk menyambut anaknya.

"Yesus, di ujung usia 30-an, membawa tamu kejutan untuk bertemu dengan keluarganya. Natal kali ini begitu salah, pasti berasal dari komedian Porta dos Fundos," demikian keterangan dari Netflix mengenai film tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Tak lama setelah itu, sejumlah tokoh Kristen melontarkan protes, termasuk Uskup Pernambuco, Henrique Soares da Costa.

Melalui Facebook, Costa mengumumkan bahwa ia berhenti berlangganan Netflix karena "The First Temptation of Christ" sangat "menista, vulgar, dan tak menghormati."

Menanggapi semua kisruh ini, Eduardo Bolsonaro yang juga merupakan putra Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, berkata, "Kami mendukung kebebasan berekspresi, tapi apakah sepadan dengan menyerang kepercayaan 86 persen populasi kita?" (has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK