Penantian 11 Tahun Kunto Aji Gelar Konser Tunggal

CNN Indonesia | Kamis, 19/12/2019 14:52 WIB
Solois Kunto Aji mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat menggelar konser tunggal setelah menanti selama 11 tahun sejak meniti karier sebagai musisi. Solois Kunto Aji mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat menggelar konser tunggal setelah menanti selama 11 tahun sejak meniti karier sebagai musisi. (CNN Indonesia/ M Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Solois Kunto Aji mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat menggelar konser tunggal bertajuk Mantra Mantra Live++ setelah menanti selama 11 tahun sejak meniti karier sebagai musisi.

"Waktu 11 tahun itu dari pertama kali terjun ke industri musik lewat ajang pencarian bakat. Akhirnya bisa berada di sini, mengadakan konser sesuai dengan gambaran di kepala saya," kata Aji saat jumpa media usai konser di Hall Basket, Senayan, Jakarta, Rabu (18/12).

Di sela penampilannya saat konser, Aji juga sempat tidak bisa berkata-kata melihat pengunjung yang bernyanyi bersama. Ia hanya bisa berterima kasih.


Aji memulai kariernya sebagai penyanyi saat mengikuti ajang pencarian bakat Indonesian Idol pada 2008 silam. Ia sempat tereliminasi pada babak workshop, kemudian berhasil masuk babak spektakuler setelah mendapatkan wildcard.

Pada awal babak spektakuler, perjalanan Aji terbilang mulus meski dua kali masuk urutan tiga terbawah. Sampai akhirnya ia tereliminasi pada spektakuler babak kesembilan, menempatkannya di posisi keempat.

"Kalau 11 tahun lalu, enggak mungkin. Kalau solois itu harus begini begitu, kalau beli lagu harus dari mana segala macam. Saya harus jalani 11 tahun untuk bisa seperti sekarang," kata Aji.

Setelah sukses menggelar konser Mantra Mantra Live++, musisi asal Yogyakarta ini berencana menggelar tur pada 2020. Ia berharap bisa menggelar tur Mantra Mantra di banyak kota-kota di Indonesia.

[Gambas:Video CNN]

Mantra Mantra merupakan judul album kedua Aji yang rilis pada September 2018 lalu. Lewat album ini, Aji mengangkat isu kesehatan mental dari pengalaman pribadi, mulai dari yang sederhana sampai rumit.

Ia merasa penting mengangkat kesehatan mental karena isu tersebut dinilai masih kurang mendapat perhatian di Indonesia. Menurutnya, mayoritas orang Indonesia menganggap sepele masalah mental kesehatan.

Untuk menggarap album itu, Aji juga berkonsultasi dengan psikolog beberapa kali. Ia juga memasukkan Solfeggio Frequencies yang menurut penelitian bisa mengeluarkan pikiran negatif demi kesehatan mental, tapi penelitian ini masih pseudoscience alias belum teruji secara klinis. (adp/has)