"Waktu 11 tahun itu dari pertama kali terjun ke industri musik lewat ajang pencarian bakat. Akhirnya bisa berada di sini, mengadakan konser sesuai dengan gambaran di kepala saya," kata Aji saat jumpa media usai konser di Hall Basket, Senayan, Jakarta, Rabu (18/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada awal babak spektakuler, perjalanan Aji terbilang mulus meski dua kali masuk urutan tiga terbawah. Sampai akhirnya ia tereliminasi pada spektakuler babak kesembilan, menempatkannya di posisi keempat.
Setelah sukses menggelar konser Mantra Mantra Live++, musisi asal Yogyakarta ini berencana menggelar tur pada 2020. Ia berharap bisa menggelar tur Mantra Mantra di banyak kota-kota di Indonesia.
[Gambas:Video CNN]
Mantra Mantra merupakan judul album kedua Aji yang rilis pada September 2018 lalu. Lewat album ini, Aji mengangkat isu kesehatan mental dari pengalaman pribadi, mulai dari yang sederhana sampai rumit.
Ia merasa penting mengangkat kesehatan mental karena isu tersebut dinilai masih kurang mendapat perhatian di Indonesia. Menurutnya, mayoritas orang Indonesia menganggap sepele masalah mental kesehatan.
Untuk menggarap album itu, Aji juga berkonsultasi dengan psikolog beberapa kali. Ia juga memasukkan Solfeggio Frequencies yang menurut penelitian bisa mengeluarkan pikiran negatif demi kesehatan mental, tapi penelitian ini masih pseudoscience alias belum teruji secara klinis. (adp/has)