Minta Maaf Soal Skandal Produce X 101, CJ Bakal Ganti Rugi

tim, CNN Indonesia | Selasa, 31/12/2019 07:32 WIB
Minta Maaf Soal Skandal Produce X 101, CJ Bakal Ganti Rugi CEO CJ ENM selaku pihak yang menaungi Produce X 101 meminta maaf atas skandal manipulasi dan akan ganti rugi kepada pihak-pihak terkait. (Youtube/@ Mnet Official)
Jakarta, CNN Indonesia -- CEO CJ ENM Heo Min Heoi sebagai perusahaan yang menaungi acara Produce X 101 meminta maaf atas skandal manipulasi suara yang melibatkan ajang tersebut. Hal itu ia ungkapkan kepada media dalam konferensi pers yang diadakan Senin (30/12) waktu Korea.

"Pertama-tama, saya memohon maaf sedalam-dalamnya telah menyebabkan banyak kekecewaan kepada semua pihak dengan sejumlah insiden yang terkait dengan Mnet," kata Heo.

"Begitu menyakitkan memikirkan sakit yang diterima banyak trainee yang telah menumpahkan semua bakat dan hasrat mereka untuk meraih mimpi bisa debut. Saya amat meminta maaf," lanjutnya.


Heo juga meminta maaf kepada para penggemar dan penonton ajang tersebut. Ia mengakui bahwa skandal tersebut adalah kelalaian perusahaannya.

Sebagai CEO, ia mengaku merasa amat bertanggung jawab atas skandal tersebut dan berjanji akan melakukan yang terbaik untuk memperbaiki kesalahannya.

"Pertama-tama, mengenai peserta pelatihan dirugikan karena manipulasi peringkat program audisi Mnet termasuk seri "Produce 101", kami akan bertanggung jawab penuh dan menggantinya kepada mereka," kata Heo.

"Selain kompensasi finansial yang pasti, kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mendukung kegiatan mereka di masa depan dan memberikan bantuan pemulihan melalui diskusi mendalam dengan pihak yang relevan," lanjutnya.

Heo bahkan mengatakan bahwa semua keuntungan yang diperoleh Mnet semasa acara penuh kecurangan itu berlangsung akan dikembalikan oleh CJ ENM.

"Kami menduga bahwa ada sekitar 30 miliar won [sekitar Rp361,4 miliar] yang menjadi hasil acara tersebut. Uang ini akan digunakan oleh organisasi eksternal independen dan akan digunakan untuk pengembangan aktif industri musik dan pertumbuhan berkelanjutan dari K-Pop," katanya, dikutip dari Newsen via Naver.

Heo juga menyebut bahwa akan ada komite khusus yang akan mengawasi transparansi dan keadilan dalam ajang-ajang serupa. Komite tersebut juga nantinya akan diisi oleh sejumlah pakar eksternal.

Bukan hanya itu, ia juga berjanji kode etik internal akan ditinjau ulang dan pelatihan tentang hal tersebut bakal dilakukan secara intensif.

Sebelumnya pada awal November 2019, pihak kepolisian telah menangkap delapan individu terkait skandal manipulasi suara ajang pencarian bakat Produce. Kedelapan orang tersebut termasuk Ahn Joon Young, Kim Yong Bum, perwakilan staf Mnet, sumber dalam industri hiburan Korea Selatan.

Direktur Produksi CJ ENM Ahn Joon Young selaku PD pun mengakui telah melakukan manipulasi hasil bukan hanya pada Produce 48 dan Produce X 101 saja, melainkan sejak musim pertama dan kedua.

Musim pertama dan kedua dari seri 'Produce' tersebut menghasilkan girlband I.O.I dan boyband WANNA ONE.

Hal ini diketahui setelah tim investigasi siber Kepolisian Metropolitan Seoul meneruskan laporan Ahn Joon-young dan ketua produser Kim Yong-bum dengan tuntutan tuduhan penipuan, suap, dan pelanggaran Undang-Undang Permohonan dan Penyogokan yang tidak benar.

Di sisi lain, akibat dari kekisruhan manipulasi suara ini, boyband X1 yang lahir dari ajang Produce X 101 batal tampil di sejumlah acara, salah satunya V Live Awards V HEARTBEAT 2019. (end)