Komposer 'Joker' Catat Rekor di Golden Globe 2020

CNN Indonesia | Selasa, 07/01/2020 17:09 WIB
Komposer 'Joker' Catat Rekor di Golden Globe 2020 Kemenangan komposer Joker membuat dirinya menjadi wanita solo pertama yang mendapatkan Golden Globe sebagai komposer. (Kevin Winter/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komposer Hildur Guðnadóttir berhasil meraih penghargaan Best Original Score pada ajang Golden Globe 2020 lewat karyanya dalam film Joker (2019). Dengan mendapat penghargaan itu ia mencetak sejarah sebagai komposer solo wanita pertama yang memenangkan Golden Globes.

"Saya tidak bisa berkata apa-apa. Ini tidak bisa dipercaya. Terima kasih, Todd, untuk mengajak saya dalam petualangan seumur hidup, kepercayaan, keyakinan dan keterbukaan," kata Guðnadóttir seperti dilansir Variety.

Berdasarkan laman IMDb, Guðnadóttir mulai menjadi komposer untuk film pada 2007 lewat film pendek The Gift. Sejak saat itu ia menjadi komposer untuk film dokumenter dan film.


Selain Guðnadóttir, ada komposer wanita lain yang juga menerima penghargaan Best Original Score Golden Globe pada 2001. Namun kala itu ia menggarap musik Gladioator bersama Hanz Zimmer, tidak sendiri seperti Guðnadóttir.

Penghargaan Best Original Score pada ajang Golden Globe 2020 lewat tangan Guðnadóttir bukan satu-satunya yang didapat film Joker. Film yang disutradarai Todd Phillip ini juga meraih penghargaan Best Actor in a Motion Picture lewat peran Joaquin Phoenix sebagai Joker.

Joker berfokus pada perjalanan sosok komedian gagal, Arthur Fleck (dibintangi Phoenix), pria yang diabaikan oleh masyarakat dan berubah menjadi penjahat yang sangat keji.

Arthur tumbuh dari masyarakat kalangan bawah yang terus gagal untuk meraih kesuksesan dalam profesinya sebagai komedian stand up. Hidupnya kerap dirundung pilu.

Hal itu diperjelas dalam trailer, kala berusaha menghibur seorang anak kecil di dalam bus sekalipun raut muka Arthur Fleck terlihat sedang diliputi rasa kecewa dan putus asa. Ia kemudian dihardik oleh ibu si anak karena dianggap mengganggu.

Selain itu, pekerjaannya sebagai badut yang bertugas memegang papan penanda di jalanan membuatnya dirundung, bahkan pernah sampai terkapar di sebuah gang. Arthur Fleck tampak terbiasa diperlakukan tak adil oleh lingkungan sekitar.

Titik terbawah hidup Arthur terjadi saat ia diolok-olok oleh presenter yang diperankan Robert De Niro lewat siaran TV nasional. Begitu banyak kekecewaan yang membuatnya menjadi pribadi pahit dan akhirnya, berubah menjadi pembunuh.

Arthur mengubah identitas dirinya dengan menjadi Joker, menampilkan pribadi baru yang jahat. (adp/end)