Doctor Dolittle dan Imaji Hugh Lofting Usai Perang Dunia I

CNN Indonesia | Kamis, 16/01/2020 17:48 WIB
Doctor Dolittle dan Imaji Hugh Lofting Usai Perang Dunia I Karakter Doctor Dolittle pertama kali dikenalkan oleh Hugh Lofting usai menjalani kebrutalan Perang Dunia I. (dok. Universal Pictures/YouTube)
Jakarta, CNN Indonesia -- Karakter Doctor Dolittle kembali hadir ke layar lebar dengan peran yang kali ini dimainkan oleh Robert Downey Jr. Downey di bawah arahan sutradara pemenang Oscar, Stephen Gaghan dalam film berjudul Dolittle.

Ia dikisahkan menjadi dokter hewan terkenal di Inggris yang menyendiri usai tujuh tahun sebelumnya kehilangan sang istri. Dia menyendiri di balik tembok tinggi Dolittle Manor, hanya ditemani hewan-hewan eksotis peliharaannya.

Namun, ketika sang ratu muda Victoria (Jessie Buckley) sakit parah, Dolittle yang malas terpaksa berlayar menuju petualangan epik ke sebuah pulau mitos untuk mencari obat sekaligus mendapatkan kembali kecerdasan dan keberanian.


Sebelum dimainkan oleh Robert Downey Jr, karakter ini telah lebih dulu dipopulerkan di akhir 90-an oleh Eddie Murphy.

Di balik kesuksesan film Doctor Dolittle, karakter ini sendiri merupakan adaptasi dari tokoh ciptaan Hugh Lofting dalam seri novel Doctor Dolitte.

Lofting mengawali perjalanan karakter itu pertama kali dalam buku berjudul The Story of Doctor Dolittle, satu abad silam pada 1920.

Kisahnya berfokus pada karakter seorang pria yang belajar berbicara dengan binatang dan menjadi juara di seluruh dunia.

Dua tahun setelah itu, Lofting meluncurkan kelanjutan kisah itu lewat The Voyages of Doctor Dolittle. Kisahnya hampir lebih lima kali lebih panjang dari versi sebelumnya dan gaya penulisan Lofting di buku ini menarik audiens yang lebih dewasa.

Lofting membuat novel tersebut dengan ruang waktu yang lebih luas dan membagi ke dalam enam bagian dilengkapi dengan ilustrasi.

Berkat itu, Lofting memenangkan Medali Newberry pada 1923 yang diberikan Association for Library Service to Children (ALSC) Amerika.

Doctor Dolittle dan Imaji Hugh Lofting Usai Perang Dunia IDi balik kesuksesan film Doctor Dolittle, karakter ini sendiri merupakan adaptasi dari tokoh ciptaan Hugh Lofting. (Depicts Hugh Lofting via Wikimedia Commons (CC-PD-Mark))

Dengan kesuksesan itu, Lofting lantas mengembang cerita tersebut sebagai serial yang terdiri dalam 15 buku dan hampir setiap tahun dirilis.

Sejumlah karya Lofting tersebut di antaranya Doctor Dolittle's Post Office (1923), yang berlatar di West Coast of Africa, kemudian Doctor Dolittle's Circus (1924) berlatar di Inggris, serta Doctor Dolittle Meets a Londoner in Paris" (1925), Doctor Dolittle's Zoo (1925), Doctor Dolittle's Caravan (1926), Doctor Dolittle's Garden (1927), Doctor Dolittle in the Moon (1928), Gub Gub's Book: An Encyclopaedia of Food (1932), Doctor Dolittle's Return (1933), dan Doctor Dolittle's Birthday Book (1936).

Setelah buku ke-12, Lofting cukup lama tak merilis kelanjutan kisah Doctor Dolittle. Tak banyak catatan mengenai alasan vakum tersebut.

Baru pada 1948, Doctor Dolittle kembali lewat buku Doctor Dolittle and the Secret Lake, setahun setelah kematian Lofting.

Buku itu sendiri sebenarnya telah ditulis oleh Lofting pada 1923, tapi ia menyimpannya dan baru dirilis oleh sang penerbit setelah ia wafat.

Kisah Dolittle kemudian ditutup dengan buku Doctor Dolittle's Puddleby Adventures (1952), berisi rangkuman cerita-cerita pendek yang ditulis Lofting untuk Herald Tribune Syndicate pada era 1920-an.

[Gambas:Youtube]

Hugh Lofting sendiri merupakan pria keturunan Inggris dan Irlandia. Kakak tertua Lofting, Hilary, telah lebih dulu menjadi novelis pada 1915.

Sementara itu, Lofting menempuh pendidikan di Mount St Mary's College di Spinkhill, Derbyshire. Dari 1905 hingga 1906, ia belajar teknik sipil di Massachusetts Institute of Technology, Cambridge, Massachusetts.

Dia bepergian secara luas sebagai insinyur sipil sebelum mendaftar dalam resimen Irish Guards sebagai bagian dari tentara Inggris kala Perang Dunia I yang berlangsung 1914-1918.

Hugh Lofting memulai kisah imajinatif Doctor Dolittle berkat menulis surat kepada anak-anaknya. Ia memutuskan mengisahkan banyak hak imajinatif karena tak mau menceritakan kebrutalan perang.

Dalam perang, Lofting sempat mengalami luka serius dan akhirnya pada 1919 pindah bersama keluarga ke Killingworth, Connecticut, lalu meneruskan bakat menulisnya.

Sepanjang hidup, Hugh Lofting menikah tiga kali dan memiliki tiga anak. Salah satu putranya, Christopher, adalah pemegang warisan untuk karya-karya sastranya.

Doctor Dolittle dan Imaji Hugh Lofting Usai Perang Dunia IThe Voyages of Doctor Dolittle. (Foto: Hugh Lofting via Wikimedia Commons (CC-PD-Mark))
(agn/end)