Dokter ini terkenal akan kecerdasan dan gaya eksentrik. Sepanjang hidup, ia banyak membantu orang hingga menangani pengobatan hewan-hewan dengan cara unik. Sampai akhirnya, Ratu Inggris sendiri terkesan dan memberinya sebuah penghargaan berupa tempat tinggal di balik dinding tinggi Dolittle Manor dengan taman luas.
Di sana, Dolittle hidup bersama hewan-hewan peliharaan, membangun sebuah klinik yang ramai dan tersohor. Dalam hidupnya, Dolittle yang juga pandai berkomunikasi dengan hewan, bertemu seorang penjelajah hebat bernama Lily.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
R E V I E W F I L M |
Dalam perjalanan, Lily tewas setelah menghadapi badai besar hingga membuat kapalnya karam. Dolittle amat bersedih hati dan menutup diri dari dunia luar. Dia enggan berinteraksi dengan manusia.
Di saat bersamaan, putri Ratu Inggris juga datang meminta pertolongan atas titah Ratu yang sedang sakit keras. Dolittle harus menyelamatkan nyawa sang Ratu atau kediamannya terancam diambil alih.
Sepeninggal istri, Dolittle berubah menjadi pria muram yang mengisolasi diri sendiri. (Foto: dok. Universal Pictures) |
Dalam pencarian, dokter tersebut didampingi oleh seorang anak magang yang ia tunjuk sendiri (Harry Collett) dan sekelompok teman hewan. Di perjalanan, ia pun harus menghadapi musuh lama, juga bertemu makhluk-makhluk menakjubkan.
Dolittle versi baru ini menawarkan petualangan yang berbeda dari film pendahulunya, yang populer diperankan oleh Eddie Murphy.
Tentu ini cukup menurunkan ekspektasi akan pesona Downey yang sebelumnya dikenal mahir memerankan tokoh konyol dan congkak. Apalagi, mengingat film ini diarahkan oleh sutradara pemenang Oscar Stephen Gaghan.
Karakter yang mencuri perhatian dalam film ini justru hewan-hewan peliharaan Dolittle. Mereka memiliki keunikan masing-masing.
Ada seekor gorila yang gampang takut, seekor bebek yang bersemangat, burung unta yang berpikir dirinya yang sinis, beruang kutub yang optimis dan selalu merasa kedinginan, serta burung beo keras kepala yang juga berperan sebagai penasihat Dolittle yang paling terpercaya.
Dari karakter-karakter tersebut akhirnya juga banyak pesan penting seperti tidak apa merasa takut tapi jangan membiarkan ketakutan itu menawan diri.
Kemudian, ada pula pesan tentang persahabatan yang saling melengkapi dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, tentang belajar melepaskan ego sendiri, hingga kegigihan yang akan membuahkan hasil yang setimpal.
Pesan-pesan tersebut memang menjadi tipikal film yang cocok untuk dinikmati bersama keluarga.
Soal sinematografi, film Dolittle kali ini layak mendapat apresiasi lebih. Gambar-gambarnya memanjakan mata, terlebih untuk tempat tinggal serta taman di balik dinding Dolittle Manor. Secara keseluruhan, film Dolittle merupakan tontonan yang cukup ringan untuk dinikmati bersama keluarga di akhir pekan.
[Gambas:Video CNN] (agn/rea)
Sepeninggal istri, Dolittle berubah menjadi pria muram yang mengisolasi diri sendiri. (Foto: dok. Universal Pictures)