Review Film: Dolittle

tim, CNN Indonesia | Jumat, 17/01/2020 19:07 WIB
Review Film: Dolittle Robert Downey Jr. berperan sebagai Dolittle, dokter yang bisa berkomunikasi dengan hewan. (Foto: dok. Universal Pictures/YouTube)
Jakarta, CNN Indonesia -- Usai mengakhiri tugas sebagai pahlawan super Iron Man, Robert Downey Jr. kini menandai aksi terbaru lewat film, Dolittle. Tugasnya tak jauh berbeda dari pekerjaan seorang pahlawan super. Di film bergenre petualangan fantasi ini, Downey menjadi seorang dokter hewan terkemuka bernama Dr. John Dolittle.

Dokter ini terkenal akan kecerdasan dan gaya eksentrik. Sepanjang hidup, ia banyak membantu orang hingga menangani pengobatan hewan-hewan dengan cara unik. Sampai akhirnya, Ratu Inggris sendiri terkesan dan memberinya sebuah penghargaan berupa tempat tinggal di balik dinding tinggi Dolittle Manor dengan taman luas.

Di sana, Dolittle hidup bersama hewan-hewan peliharaan, membangun sebuah klinik yang ramai dan tersohor. Dalam hidupnya, Dolittle yang juga pandai berkomunikasi dengan hewan, bertemu seorang penjelajah hebat bernama Lily.


      R E V I E W   F I L M
Keduanya hidup bersama, bertualang keliling dunia, dan Dolittle amat mencintai Lily. Hingga suatu hari, Lily pergi menjelajah seorang diri tanpa dampingan Dolittle yang diminta untuk menjaga hewan-hewan peliharaan mereka. Dengan berat hati, Dolittle pun mengabulkan permintaan sang istri.

Dalam perjalanan, Lily tewas setelah menghadapi badai besar hingga membuat kapalnya karam. Dolittle amat bersedih hati dan menutup diri dari dunia luar. Dia enggan berinteraksi dengan manusia.

Tujuh tahun kemudian, Dolittle yang lusuh dan tak terurus sepeninggal kepergian Lily dipaksa keluar dari zona nyaman. Hidupnya diganggu seorang bocah yang tak sengaja menembak seekor tupai dan meminta pertolongannya.

Di saat bersamaan, putri Ratu Inggris juga datang meminta pertolongan atas titah Ratu yang sedang sakit keras. Dolittle harus menyelamatkan nyawa sang Ratu atau kediamannya terancam diambil alih.
Review Film: DolittleSepeninggal istri, Dolittle berubah menjadi pria muram yang mengisolasi diri sendiri. (Foto: dok. Universal Pictures)
Kondisi ini pun akhirnya mengembalikan diri Dolittle sesungguhnya. Dia mendapatkan kembali kecerdasan dan keberaniannya. Dari sini, petualangan Dolittle dan hewan-hewan peliharaannya kembali dimulai. Dia pergi berlayar ke sebuah pulau mitos untuk mencari obat bagi Ratu.

Dalam pencarian, dokter tersebut didampingi oleh seorang anak magang yang ia tunjuk sendiri (Harry Collett) dan sekelompok teman hewan. Di perjalanan, ia pun harus menghadapi musuh lama, juga bertemu makhluk-makhluk menakjubkan.

Dolittle versi baru ini menawarkan petualangan yang berbeda dari film pendahulunya, yang populer diperankan oleh Eddie Murphy.

Hanya saja, pesona Downey sebagai sosok dokter hewan yang eksentrik terasa kurang. Ia kurang menjiwai keunikan seorang Dokter Dolittle hingga belum seikonis Murphy kala memainkannya. Keseruan sebagai seorang dokter yang bisa berbicara dengan binatang pun kurang tereksplor.

Tentu ini cukup menurunkan ekspektasi akan pesona Downey yang sebelumnya dikenal mahir memerankan tokoh konyol dan congkak. Apalagi, mengingat film ini diarahkan oleh sutradara pemenang Oscar Stephen Gaghan.

Karakter yang mencuri perhatian dalam film ini justru hewan-hewan peliharaan Dolittle. Mereka memiliki keunikan masing-masing.

Ada seekor gorila yang gampang takut, seekor bebek yang bersemangat, burung unta yang berpikir dirinya yang sinis, beruang kutub yang optimis dan selalu merasa kedinginan, serta burung beo keras kepala yang juga berperan sebagai penasihat Dolittle yang paling terpercaya.

Dari karakter-karakter tersebut akhirnya juga banyak pesan penting seperti tidak apa merasa takut tapi jangan membiarkan ketakutan itu menawan diri.

Kemudian, ada pula pesan tentang persahabatan yang saling melengkapi dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, tentang belajar melepaskan ego sendiri, hingga kegigihan yang akan membuahkan hasil yang setimpal.

Pesan-pesan tersebut memang menjadi tipikal film yang cocok untuk dinikmati bersama keluarga.

Soal sinematografi, film Dolittle kali ini layak mendapat apresiasi lebih. Gambar-gambarnya memanjakan mata, terlebih untuk tempat tinggal serta taman di balik dinding Dolittle Manor. Secara keseluruhan, film Dolittle merupakan tontonan yang cukup ringan untuk dinikmati bersama keluarga di akhir pekan.

[Gambas:Video CNN] (agn/rea)