Nama itu tidak dibuat sendiri oleh Fariz, melainkan dicetuskan oleh mendiang Chrisye. Kala Fariz masih kecil, Chrisye sering datang ke rumahnya untuk latihan band bersama kakak Fariz yang bernama Andy Roestam.
Chrisye tahu, Fariz bisa memainkan piano dan beberapa alat musik lain. Suatu hari, ia datang ke rumah Fariz bersama Yockie Suryoprayogo dan Eros Djarot untuk mengajaknya membuat album tema film Badai Pasti Berlalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lah lo ketawa!" protes Chrisye, melihat Fariz menganggap omongannya sebagai canda.
"Eh gue kasih tahu sama lo ya, 20 tahun lagi yang gue sebut malam ini jadi nama lo. 20 tahun lagi, lo lihat," kata Chrisye lagi.
Mendiang Chrisye memiliki peran penting dalam karier musik seorang Fariz RM. (Foto: Screenshot via YouTube/@Musica Studio's) |
Saat berkunjung ke redaksi CNNIndonesia.com, Fariz bercerita sejak dulu ia memiliki persona berbeda. Persona pertama adalah Fariz Roestam Moenaf sebagai orang pada umumnya, sementara persona kedua adalah Fariz RM sebagai musisi.
Ia melanjutkan, "Saya selalu bercerita Fariz RM sebagai bintang musik, karena Fariz Roestam Moenaf ya jauh berbeda dalam hidupnya, gitu. Tapi kita mesti sadar, menjadi orang yang dilihat banyak orang mesti bisa menempatkan diri lebih proporsional lagi."
Berkarier selama 43 tahun, Fariz RM terbilang sebagai musisi legendaris Indonesia. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Sampai kini, Fariz telah membuat 1.768 lagu, 21 album solo, 49 lagu tema, 52 musik jingle, satu album kompilasi bersama Dian Pramana Poetra dan tiga album duet bersama Jacob Kembar, Janet Arnaiz serta Renny Djajoesman. Ia juga pernah tergabung dalam band Badai, Transs, Symphony, Wow! dan Jakarta Rhythm Section. (adp/rea)
Mendiang Chrisye memiliki peran penting dalam karier musik seorang Fariz RM. (Foto: Screenshot via YouTube/@Musica Studio's)
Berkarier selama 43 tahun, Fariz RM terbilang sebagai musisi legendaris Indonesia. (CNN Indonesia/Andry Novelino)