Terjemahan, Faktor Penting Kesuksesan Parasite sampai Oscar

CNN Indonesia | Senin, 10/02/2020 18:32 WIB
Terjemahan, Faktor Penting Kesuksesan Parasite sampai Oscar Parasite menjadi film non-bahasa Inggris pertama yang menang kategori Film Terbaik dalam ajang Oscar. Terjemahan menjadi faktor penting kesuksesan film itu. (Dok. CJ Entertainment/Korean Film Council)
Jakarta, CNN Indonesia -- Parasite menjadi film non-bahasa Inggris pertama yang menang kategori Film Terbaik dalam ajang Oscar. Terjemahan menjadi salah satu faktor penting kesuksesan film arahan Bon Joon-ho di kancah internasional.

Parasite sesungguhnya menggambarkan kondisi kesenjangan sosial di Korea Selatan, juga dengan bahasa setempat. Namun, pesan film tersebut bisa sampai ke Hollywood berkat tangan dingin sang penerjemah, Darcy Paquet.

"Saya tahu 95 persen dari film berasal dari pembuatnya dan aktornya. Namun, karena terjemahan saya ada di layar, saya rasa saya bisa ambil kredit hingga lima persen," ucap Paquet kepada Yonhap sambil berkelakar.


Darcy Paquet merupakan kritikus film asal Amerika Serikat. Dalam wawancara tersebut, Paquet mengatakan sang sutradara, Bong Joon-ho, ingin filmnya diterjemahkan secara natural dan bisa diterima penonton di barat.

Paquet dan Bong Joon-ho kemudian banyak berdiskusi untuk menentukan ekspresi dan kosa kata yang tepat di sejumlah situasi. Paquet mengatakan ia harus menonton Parasite tujuh kali untuk bisa mengalihbahasakannya dengan baik.

Salah satu adegan sulitnya adalah ketika istri Ki-taek memasak ram-don sebelum keluarga Park pulang karena batal berkemah. Ram-don merupakan kata gabungan ramyeon dan udon.

Korea Selatan selama ini jauh lebih mengenal jjapguri yang merupakan gabungan merek Jjapaghetti (mie bumbu hitam) dan Neoguri (udon).

"Orang asing tidak mengetahui merek tersebut. Mereka hanya mengetahui ramen dan udon. Sehingga, saya menyatukannya dan membuat ram-don," kata Paquet.
Terjemahan, Faktor Penting Kesuksesan Parasite hingga OscarPotongan adegan Parasite. (Dok. CJ Entertainment/Korean Film Council)
Tak hanya itu, Paquet juga salah satu "dalang" di balik pemilihan kata Oxford, ketika Ki-jung berhasil memalsukan sertifikat kelulusan dengan baik untuk Ki-woo.

Ini bukan kali pertama Paquet bekerja sama dengan Bong Joon-ho. Ia sudah membantu Bong sejak 2000 lewat film Barking Dogs Never Bite, tiga tahun setelah ia datang ke Korea Selatan.

"Orang lain telah menerjemahkan itu, tapi kami duduk bersama dan memperindah terjemahan tersebut. Itu pertama kali kami bertemu dan saya sudah menjadi fan sejak awal," tutur Paquet.

Sejak saat itu, Paquet membantu menerjemahkan seluruh film Bong Joon-ho kecuali yang dibuat Amerika, berbasis bahasa Inggris, seperti Okja. Ia juga membantu dalam Snowpiercer sebelum film tersebut diserahkan ke rumah produksi Hollywood.

Sutradara Bong Joon-ho memuji terjemahan Paquet yang begitu halus dan elegan hingga berhasil membuat penonton di Cannes, ajang pertama Parasite diputar, bisa tertawa, menangis, di saat tepat.

Bong lantas menyinggung faktor terjemahan ini di atas pentas Golden Globe 2020 kala menerima trofi kategori Best Motion Picture Foreign Language.

"Ketika kamu bisa mengatasi halangan setinggi 1 inci bernama terjemahan, kamu bisa melihat banyak film luar biasa," kata Bong Joon-ho.

[Gambas:Video CNN]

Dalam ajang Oscar, Bong Joon-ho juga sempat menyinggung Amerika Serikat masih tak familier dengan film-film dari luar, seperti Korea.

"Ketika orang-orang Amerika tidak familier dengan film saya. Quentin (Tarantino) selalu memasukkan film saya dalam daftarnya. Aku mencintaimu, Quentin," tuturnya.

Kritikus Budaya Kim Heon-sik menilai subtitle atau terjemahan bisa dianggap sebagai karya seni. Menurutnya, menerjemahkan film merupakan pekerjaan rumit yang membutuhkan wawasan profesional dalam pembuatan film dan kemahiran berbahasa.

"Penerjemah mengidentifikasi pesan yang ingin disampaikan sutradara. Mereka kemudian membentuk bahasa sehingga inti cerita bisa diterima penonton asing," kata Kim Heon-sik seperti dilansir Korea Herald. (chri/has)