Berat Sama Dipikul, Ringan Untung Podcast Sama Dijinjing

Hanna Azarya Samosir & Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Minggu, 01/03/2020 13:55 WIB
Adriano Qalbi, BKR Brothers, dan Pangeran Siahaan mengungkap cara mereka meraup untung melalui iklan di podcast. Ilustrasi podcast. (Istockphoto/Nicola Katie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Apa itu podcast? Ada duitnya gak?

Dua kalimat tanya itu menjadi judul episode pertama siniar alias podcast milik Raditya Dika, sosok yang sebelumnya dikenal sebagai penulis, YouTuber, dan komedian.

Radit menanyakan dua hal itu bukan ke sosok sembarangan, tapi kepada Adriano Qalbi yang hadir sebagai narasumber. Adriano dijuluki sebagai "Bapak Podcast Indonesia" atas kesuksesannya dengan siniar bernama Podcast Awal Minggu yang hadir pada November 2016, jauh sebelum podcast menjadi tren kekinian.


Pertanyaan soal keuntungan memang selalu mencuat kala membicarakan siniar, karena kebanyakan podcast awalnya dibuat hanya untuk kesenangan, tanpa memikirkan keuntungan.

Adriano mengamini hal ini. Awalnya, ia juga sama sekali tak memikirkan pundi-pundi. Namun ternyata, menurut Adriano, siniar juga bisa menghasilkan duit.

"Pertama dapet uang tahun 2016. Ada salah satu perusahaan ingin perbanyak konten radio internet. Mereka menyiarkan ulang konten gue dan kontrak selama satu tahun, dibayar," kata Adri saat ditemui CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.
Ada Cuan di Balik Podcast (FOKUS)Adriano Qalbi. (CNN Indonesia/Hamka Winovan)
Seiring waktu, pendengar Adrian bertambah, dari sedianya 80-100 menjadi 20 ribu-30 ribu. Saat itu, beberapa pihak mulai beriklan di Podcast Awal Minggu, salah satunya perusahaan distribusi podcast, Anchor.

Meski demikian, Adrian menilai pendapatan dari iklan di kontennya tidak cukup. Ia pun mengunggah sebagian konten siniarnya ke akun YouTube milik Podcast Awal Minggu agar bisa dimonetisasi dan mendapat adsense -- iklan yang berasal dari Google.

"Adsense cuma ada di sana. Spotify belum profit sharing. Gue enggak ngerti, kenapa mereka belum? Harusnya profit sharing. Mereka (Spotify) dapet konten. Musik orang dibayar, kenapa enggak bisa sama podcast?" kata Adri.

BKR Brothers yang dihuni Bobby Mandela, Ryo Wicaksono, dan Maulana alias Molen Kasetra juga mengaku tak memikirkan untung saat pertama kali membuat siniar.

Lihat saja nama awal siniar mereka, Podcast Boker. Meski dibuat berdasarkan singkatan dari Bobby ketemu Molen dan Ryo, kata "boker" dalam bahasa slang berarti buang air besar.

"Menurut elo aja. Namanya Boker. Kalo gue nyangka, enggak bakal gue kasih nama Boker lah," kata Bobby saat berbincang dengan tim CNNIndonesia.com.

Saat diajak membuat podcast oleh Box2box Media Network, Ryo juga mengaku sama sekali tidak memikirkan bisnis. Ia bahkan tidak diberi tahu cara mengelola podcast agar menghasilkan uang.

"Sampai waktu itu tiba-tiba kami dapat tawaran ke Soundrenaline. Podcast pertama yang ngehost di Soundrenaline. Udah jelas dong, enggak boleh nama boker," kata Bobby.

Ryo langsung menyambar, "Pertama kali muncul ide ganti nama jadi BKR Brothers di situ. Nama podcast bakal ada di baliho segala macam. Klien elo enggak mungkin setuju dengan nama Boker."

Secara umum, topik dalam BKR Brothers berisi keseharian yang mungkin luput dari perhatian orang, sehingga mudah bagi pengiklan untuk menyelipkan produk mereka ke dalam obrolan.

Sebut saja layanan perdagangan elektronik Shopee yang beriklan dengan membuat live event bersama BKR Brothers. Di acara itu, BKR Brothers mewawancarai musisi Andika Mahesa dan pegiat musik Kiki Aulia Ucup.

Sepanjang rekaman, BKR Brothers serta Andika dan Ucup selalu mengucapkan nama pengiklan beserta program yang sedang dikampanyekan. Beberapa kali BKR Brothers juga bertanya kepada Andika yang jawabannya bisa dikaitkan dengan kampanye tersebut.
Ada Cuan di Balik Podcast (FOKUS)BKR Brothers. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)
PR Lead Shopee, Aditya Maulana, mengakui bahwa memasang iklan di siniar memang efektif untuk segmen pelanggan tertentu.

"Kalau kemarin sama BKR Brothers itu kampanye Men Sale. Kami melihat pendengar podcast mereka itu lebih banyak laki-laki, penyampaian pesan via podcast mereka sesuatu yang tepat," kata Adit.

Ini merupakan kali kedua Shopee beriklan di medium podcast. Pada Maret 2019, mereka pertama kali beriklan di Podcast Curhat Babu yang dibidani Ario Pratomo alias @Sheggario.

Adit menjelaskan saat itu iklan Shopee fokus pada citra perusahaan. Shopee mengangkat isu pemberdayaan perempuan dan mengklaim bahwa mereka merupakan salah satu perusahaan perdagangan elektronik yang dekat dengan wanita.

Namun lebih dari itu, menurutnya podcast menawarkan segmen berbeda dari televisi, medium beriklan yang punya jangkauan pasar lebih luas.

"Kalau kita mau ngomongin mass, massa, kayaknya TV masih relevan ya. Tapi kalau podcast ini kan segmented, terutama waktu sama BKR kita mau nargetin cowo-cowo urban dan secondary cities. Itu yang kita sasar," katanya.

Dalam film dokumenter bertajuk Ear Buds: The Podcasting Documentary (2016), dijelaskan setidaknya ada dua keuntungan beriklan di podcast. Pertama, iklan dijelaskan langsung oleh pemandu podcast yang sudah diarahkan. Kedua, iklan pasti didengar karena satu file dengan konten.

Namun iklan tidak akan bertahan selamanya dalam konten podcast BKR Brothers. Mereka mematok batas waktu iklan bertahan di dalam konten podcast mereka sesuai kesepakatan dengan klien.

"Kalau kalian perhatikan, kami ada jeda (sebelum iklan). Jadi sebelum masuk ke topik lain, ada jeda yang bisa kita potong, kemudian diunggah ulang," kata Molen.

Berbeda dengan Adri dan trio BKR Brothers, Pangeran Siahaan sudah memikirkan bisnis sejak membuat siniar Box2Box Football Podcast. Pada 2018, ia bahkan mendirikan jaringan siniar yang saat ini menaungi 18 podcast bernama Box2Box Media Network.

Pange, demikian Pangeran akrab disapa, merasa wajar bila banyak podcaster yang tidak memikirkan bisnis ketika membuat siniar.

Namun, ia sudah menyadari sejak awal bahwa konsep dasar bisnis adalah ketika bisa mengumpulkan audiens, sesuatu pasti punya potensi pasar.

"Ketika elo udah bisa mengumpulkan massa dengan jumlah yang signifikan, ya itu bisnis. Jadi buat gue ya, I saw it coming from the distance," ujar Pange sembari melipat tangan.
Ada Cuan di Balik Podcast (FOKUS)Pangeran Siahaan. (CNN Indonesia/Hamka Winovan)
Ketika ditanya mengenai pola bisnis Box2Box Media Network, Pange tidak menjabarkan dengan pasti. Ia hanya menjelaskan Box2Box Media Network sebagai media baru tidak pernah membakar uang. Dalam sepuluh bulan berdiri, kondisi keuangan mereka pun sehat.

Sumber pendapatan utama mereka sudah pasti iklan. Box2Box Media Network akan mendapat bagian bila salah satu podcaster yang mereka naungi mendapat iklan. BKR Brothers, misalnya, sebagian bayaran yang mereka terima dari Shopee akan dibagi ke Box2Box Media Network.

Namun, sampai saat ini belum ada harga standar beriklan lewat podcast. Pange merasa wajar karena podcast di Indonesia belum benar-benar menjadi industri. Yang pasti, menurutnya, besaran iklan di podcast melebihi media online.

"Pesan gue buat podcaster lain, kita semua ini perintis. Kita punya privilege untuk atur standar di podcast ini. Bukan brand, agency, bukan pemilik platform, bahkan. Jadi, pakailah kesempatan ini membentuk industri sesuai keuntungan kreator," kata Pange. (has)