Daniel Radcliffe Klarifikasi Isu Dirinya Positif Corona

tim, CNN Indonesia | Rabu, 11/03/2020 18:45 WIB
Daniel Radcliffe membantah isu di Twitter, menyebut dirinya positif terinfeksi virus corona. Cuitan itu sempat bertahan selama tujuh jam sebelum dihapus. Daniel Radcliffe baru-baru ini diisukan positif terinfeksi virus corona. (Foto: AFP/CHARLY TRIBALLEAU)
Jakarta, CNN Indonesia -- Daniel Radcliffe buka suara terkait laporan yang menyebut dirinya positif terinfeksi virus corona Covid-19. Lewat pihak publisis, bintang Harry Potter ini membantah klaim tersebut.

Sebelumnya, sebuah akun berkedok media Inggris di Twitter mengklaim bahwa Radcliffe telah dinyatakan positif mengidap virus corona.

"Tidak benar," demikian pernyataan perwakilan resmi Radcliffe kepada Buzzfeed News.


Mengutip E!News, kicauan yang kini telah dihapus tersebut sebelumnya menuliskan, "BREAKING: Daniel Radcliffe test positive for coronavirus."

Sejak itu, halaman tersebut juga telah ditangguhkan karena melanggar aturan dan pedoman Twitter. Menurut laporan, kicauan itu sempat bertahan selama tujuh jam dan telah dibagikan setidaknya 762 kali dan disukai sekitar seribu akun sebelum dihapus.

Meskipun akun tersebut hanya memiliki 125 pengikut, tapi penyebaran kabar hoaks itu diperkuat dan dicuitkan ulang oleh koresponden Gedung Putih untuk The New York Times, Maggie Haberman dan Direktur Editorial Digital di Politico, Blake Hounshell.

Kedua jurnalis itu pun meminta maaf karena membagikan unggahan palsu.

"Maaf kawan-kawan, [saya] tertipu oleh akun BBC palsu." tulis Haberman.
"Sebelumnya hari ini, saya me-retweet akun BBC palsu dan telah menghapusnya ketika pembaca membantu memberi tahu saya. Saya minta maaf atas kebingungan ini," tambahnya.



Lebih lanjut, CNET melaporkan bahwa Facebook, Twitter, dan TikTok "telah berusaha mengarahkan orang ke informasi yang akurat dari Enters for Disease Control and Prevention, tetapi tidak jelas seberapa baik upaya itu telah bekerja."

Washington Post sebelumnya melaporkan bahwa menurut laporan yang tidak dipublikasikan State Department pada Februari, "sekitar 2 juta tweet telah menyebarkan teori konspirasi tentang virus corona selama tiga minggu."

[Gambas:Video CNN] (agn/rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK