Susul New York, Los Angeles Tutup Bioskop untuk Cegah Corona

CNN Indonesia | Senin, 16/03/2020 18:30 WIB
Setelah New York, giliran Los Angeles menutup semua bioskop, bar, kelab malam, dan tempat hiburan lainnya sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona. Ilustrasi. (Istockphoto/ismagilov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah New York, giliran Los Angeles memutuskan untuk menutup semua bioskop, bar, kelab malam, dan tempat hiburan lainnya sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona.

Lewat fitur Facebook Live, Walikota Los Angeles, Eric Garcetti, menyampaikan bahwa penutupan ini diterapkan selama dua pekan terhitung hingga 31 Maret mendatang.

"Kita perlu mengambil langkah-langkah ini untuk melindungi kota kita sekarang," kata Garcetti seperti dikutip Deadline.

Selama wawancara dengan CNN pada Minggu (15/3), Garcetti sudah mengungkapkan rencana penutupan sejumlah tempat hiburan untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.


Secara keseluruhan, ia juga menekankan bahwa orang-orang perlu saling membantu dengan menjaga jarak dalam berinteraksi, tidak bepergian, dan menunda pertemuan.

"Ini bukan hanya tentang kamu. Ini tentang orang yang kamu cintai. Ini tentang orang tua Anda dan kakek-nenek Anda. Ini tentang tetangga lansia yang Anda miliki," ucapnya.

Ia kemudian berkata, "Ini tentang mereka yang kita kenal yang sedang dirawat karena kanker, atau kondisi yang lainnya. Anda akan menyelamatkan hidup mereka dengan apa yang Anda lakukan sekarang."

Sebelumnya, Variety memperkirakan penutupan bioskop di New York City akan membuat kejatuhan angka box office global semakin buruk. Setelah Los Angeles mengikuti jejak New York City, perkiraan itu kian buruk.

Sementara itu, sejumlah negara seperti China, salah satu pasar film terbesar di dunia, serta Italia pun telah menutup bioskop sejak beberapa waktu lalu demi mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

Sejauh ini, penjualan tiket bioskop di Amerika anjlok ke posisi terendah dalam 22 tahun terakhir karena para penonton memilih untuk tinggal di rumah daripada menonton film di sebuah ruangan yang gelap dengan orang asing.

Pendapatan juga terpukul karena AMC dan Regal sebagai dua rantai bioskop terbesar membatasi jumlah tiket yang dijual per auditorium untuk menghindari kepadatan. (agn/has)