Bantuan berupa dana tersebut disiapkan setelah Inggris menutup bioskop untuk menekan penyebaran Covid-19. Tak hanya itu, industri perfilman dan pertelevisian juga menghentikan sementara seluruh proses produksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah dalam tahap khawatir karena hal seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. Tenaga kerja kami sudah menderita kesehatan mental yang buruk," kata CEO Film and TV Charity Alex Pumfrey.
"Para pekerja lepas adalah tulang punggung industri film dan televisi kami. Kami berharap semua orang bekerja sama untuk membantu mereka yang paling terdampak dari wabah ini," kata Kepala Eksekutif BFI Ben Roberts.
Selain Selain BFI dan FIlm and TV Charity, Netflix turut membantu dengan berdonasi £1 juta atau sekitar Rp19,4 miliar (£1=Rp19,4 ribu). Donasi tersebut diberikan setelah pekan lalu, mereka juga mengucurkan dana US$100 juta atau sekitar Rp16,3 triliun bagi seluruh pekerja terdampak pandemi corona.
Sebagian besar dana tersebut akan diberikan kepada karyawan Netflix di seluruh dunia sebagai biaya tambahan karena seluruh proses produksi ditunda dalam dua pekan.
"Mulai dari tukang listrik, tukang kayu, penata rias, rambut, pengemudi dan banyak lagi selalu menjadi bagian penting dalam keberhasilan Netflix. Kami ingin membantu para pekerja lepas yang paling membutuhkan bantuan di masa seperti ini," kata Wakil Presiden Serial Orisinal Netflix Anne Mensah. (chri/end)