'Putus-Nyambung' Tio Pakusadewo dengan Narkoba

CNN Indonesia | Selasa, 14/04/2020 10:43 WIB
Aktor Tio Pakusadewo ditangkap tim direktorat Resnarkoba Polda Metro Jaya terkait tindak pidana narkotik. Polisi menemukan tiga bungkus plastik sabu seberat 1,06 gram. Tio Pakusadewo sempat berjanji tak akan lagi terjerat narkoba, kini dua tahun setelahnya, ia ditangkap atas kasus yang sama. (Detikcom/Hanif Hawari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tio Pakusadewo kembali ditangkap Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya karena narkoba. Polisi masih belum mau menjabarkan barang bukti apa yang disita, saat ini Tio masih menjalani pemeriksaan.

"Iya (Tio Pakusadewo ditangkap)," kata Herry kepada CNNIndonesia.com, Selasa (14/4).

Sebelum kasus teranyar, pada akhir 2017, aktor yang masih kerabat dekat Kadipaten Pakualaman ini sempat ditangkap. Kala itu, polisi menemukan tiga bungkus sabu dengan berat sekitar 1,06 gram, serta sebuah alat isap sabu.



Proses hukum kasus itu berlanjut. Pada April 2018 kasus tersebut memasuki tahap pelimpahan tahap dua dari Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, yaitu status tersangka dan barang bukti. 

Dalam proses itu, Tio sempat berbicara di depan awak media. Ia mengaku jera mengonsumsi narkoba dan siap mengikuti proses hukum.

"Saya berterima kasih kepada kepolisian Polda Metro Jaya yang membuat saya jadi manusia yang mengerti apa itu arti kata jera dan selanjutnya saya akan ikuti proses hukum yang berlaku di negara ini," kata Tio, April 2018.

"Saya sebagai orang yang pernah melakukan kesalahan tentunya sudah menjalani berbagai proses, termasuk rehabilitasi. Dalam proses itu saya banyak berpikir dan merenung. Ini pengalaman. Saya tidak akan melakukan hal serupa di kemudian hari."

Sayangnya, janji Tio Pakusadewo itu teringkar tepat dua tahun setelahnya. Kini, setelah ditangkap, ia kembali harus menjalani proses hukum yang berlaku.

Meski putus-nyambung dengan narkoba, Tio merupakan aktor kawakan di Indonesia. Ia memulai karier seni peran sejak dekade 1980-an, namanya mulai melambung usai berperan dalam film Cinta dalam Sepotong Roti arahan Garin Nugroho pada 1990.

Ia membuktikan kualitasnya ketika meraih Piala Citra di Festival Film Indonesia pada 1991. Kala itu ia berperan sebagai komponis idealis dalam film Lagu Untuk Seruni (1991).

Sayang saat itu Tio justru terjebak dalam berbagai masalah pribadi dan narkoba pada pertengahan dekade '90-an. Hal ini membuat kariernya tenggelam.

Ia mulai kembali ke layar lebar pada awal dekade 2000-an. Beberapa film yang ia bintangi saat itu adalah Virgin (2004), Berbagi Suami (2006), Quickie Express (2007), Lastri (2008) dan Pintu Terlarang (2009).
'Putus-Nyambung' Tio Pakusodewo dengan NarkobaTio Pakusadewo sempat mengaku jera dan janji tak akan terjerat narkoba lagi pada 2018. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)

Bahkan ia kembali meraih Piala Citra untuk Aktor Terbaik pada Festival Film Indonesia 2009 atas perannya di film Identitas. Ia berhasil bangkit dan menampilkan kualitas baik saat berperan.

Pun ia bermain dalam film Surat dari Praha (2016) bersama Julie Estelle. Film tersebut menjadi jagoan Indonesia untuk diajukan dalam kategori Film Asing Terbaik di Academy Awards 2017 lalu.

Terakhir ia berperan dalam Bufallo Boys yang rilis Juli 2018 lalu. Ia juga disebut terlibat dalam film bertajuk Ngawur yang saat ini masih proses penggarapan.

Belum diketahui hukuman yang akan dijalankan Tio Pakusadewo pada kasus narkoba kali ini. Proses hukum yang harus dijalani Tio masih panjang, setelah pemeriksaan polisi selesai, ia masih harus menjalani sidang. (adp/end)

[Gambas:Video CNN]