Habis Anime di TV, Terbit di Streaming Kemudian

CNN Indonesia | Minggu, 28/06/2020 13:26 WIB
One Piece
dok. Toei Animation Pecinta anime bisa menikmati sejumlah anime hit di layanan streaming, salah satunya One Piece. (dok. Toei Animation)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anime sejatinya menjadi salah satu tontonan favorit banyak masyarakat Indonesia sedari dulu. Ragam animasi Jepang tersebar di banyak saluran televisi Indonesia tiap pagi serta sore dan akhir pekan.

Seperti Doraemon dan Hamtaro yang menyapa di pagi hari, kemudian Honey Bee Hutch, serta Captain Tsubasa saat petang.

Belum lagi Ninja Hattori, Crayon Shinchan, Cardcaptor Sakura, Keroro Gunshou, Samurai X, Magical Doremi, Tokyo Mew Mew, Nube, Hikaru No Go, Full Metal Panic, dan banyak lainnya pada akhir '90-an.


Namun, anime di Indonesia perlahan termakan zaman. Animasi Jepang tak lagi mudah ditemukan di layar kaca seperti dahulu. Indosiar yang sebelumnya menjadi salah satu saluran televisi penyedia anime di Indonesia kini tak lagi menayangkan banyak anime seperti dahulu.

Beberapa tahun lalu, Gintama, Bleach, Anpanman, Crush Gear, Dragon Ball, Inuyasha, Gundam, Sailor Moon, Pokemon, School Detective Q, Fairy Tale, Initial D, Ge Ge no Kitaro, dan masih banyak lagi bisa ditemukan di saluran televisi tersebut.

Head of Program Communication Indosiar, Verno Nitiprodjo mengatakan absennya anime dari tayangan stasiun televisi itu karena mereka kini memiliki target pasar yang berbeda.

Tayangan kartun Doraemon dalam televisi yang terletak di ruang tengah di Desa Pajam, Kaledupa, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Minggu (17/9). ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/17.Tak banyak televisi kini yang masih menayangkan anime. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

"Saat ini sasaran kami pada penonton perempuan dewasa. Kami fokus mengejar pasar itu, jadi kalau anime terasa kurang tepat," kata Verno kepada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

Verno tak menampik respons masyarakat Indonesia kala itu kepada anime begitu baik. Menurutnya, perubahan program diperlukan seiring dinamika persaingan pertelevisian. Namun, ia tak menutup kemungkinan anime bisa kembali ke layar kaca.

"Kami tidak pernah tutup kemungkinan. Semua selalu dinamis. Anime selalu punya pasar. Tapi saat ini kami sedang tidak mengejar itu," katanya.

Kondisi anime di layar kaca yang menghilang dalam beberapa tahun terakhir membuat pecinta anime seperti mengalami paceklik terutama saat layanan streaming berlangganan (VOD) belum mewabah di Indonesia.

Hal tersebut membuat pecinta anime sempat beralih ke beragam layanan ilegal, mulai dari laman tak resmi hingga DVD-DVD bajakan. Salah satu pencinta anime, Ega, mengakui hal tersebut.

"Kalau dulu pas SMA, beli di abang-abang DVD tepi jalan yang pilihannya terbatas banget kadang-kadang," kata Ega ketika berbincang-bincang dengan CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

Namun Ega kini bisa sedikit lega. Perkembangan teknologi yang mencakup kehadiran layanan streaming legal bak tetesan hujan di tengah kemarau dan dahaga akan akses menikmati anime.

"Untungnya sih sekarang karena sudah ada channel YouTube gratis sama Netflix, jadi lebih gampang untuk akses konten-konten anime," tuturnya.

Anime Jigoku Sensei NubeAnime Jigoku Sensei Nube merupakan salah satu anime yang tayang di televisi di era '90-an hingga 2000-an. (dok. Toei Animation via IMDb)

Sejumlah layanan streaming legal di Indonesia menyadari rasa haus para pencinta anime tersebut. Mereka pun berlomba-lomba menyediakan konten anime ketika televisi konvensional lebih fokus pada kisah sinetron, panggung musik lokal, juga variety show.

Salah satunya Netflix. Netflix mengakui anime merupakan salah satu genre yang disambut hangat di Indonesia. Bukan hanya di Indonesia, penerimaan ini juga berlaku untuk pasarnya di seluruh dunia.

"Sejak 2017, Netflix terus melakukan investasi untuk pengembangan genre ini dan kami semakin bersemangat dibanding sebelumnya," kata Netflix dalam pernyataan yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (27/6).

"Kami berkolaborasi dengan animator, sutradara, dan juga produser top di Jepang untuk menciptakan konten original yang memiliki keterikatan kuat dengan tradisi anime dan menjadikan Netflix sebagai rumah bagi para kreator dan penggemar anime terbaik,"

Bentuk investasi Netflix pada anime tak main-main. Salah satunya adalah memboyong 21 film Studio Ghibli untuk ditayangkan di platform tersebut sejak Januari 2020 di seluruh dunia kecuali Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang, dengan subtitle atau takarir sebanyak 28 bahasa, termasuk Indonesia.

'My Neighbor Totoro'.'My Neighbor Totoro' adalah salah satu film Studio Ghibli yang diboyong oleh Netflix untuk ditayangkan di platform tersebut. (Dok. Studio Ghibli via imdb.com)

Bukan hanya Studio Ghibli yang digaet Netflix. Platform streaming asal Amerika Serikat itu bahkan membuat serial live-action dari One Piece yang memiliki basis penggemar besar di dunia.

"Ke depan, Netflix telah mempersiapkan banyak konten menarik bagi penggemar anime," kata Netflix sembari menyebut sejumlah judul yang sudah tayang seperti Ghost in the Shell: SAC_2045, Baki, A Whisker Away, dan Flavors of Youth.

Selain Netflix, GoPlay juga menjadi VOD lainnya yang turut menyajikan anime. VP Marketing GoPlay Sahsa Sunu mengatakan anime hadir di platformnya karena melihat tingginya ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap budaya Jepang.

"Kami mengamati meningkatnya ketertarikan terhadap budaya Jepang yang cukup tinggi di kalangan masyarakat Indonesia. Selain memperhitungkan basis penggemar, pemilihan konten sesuai komitmen kami menghadirkan berbagai konten eksklusif dan unik bagi para pengguna," kata Sasha Sunu.

Pecinta anime bisa menikmati sejumlah anime hit di platform tersebut, seperti One Piece, Attack on Titan, Eden of the East, serta Princess Jellyfish.

Anime Cardcaptor SakuraAnime Cardcaptor Sakura kini kembali tayang di layanan streaming usai hit di televisi pada era '90-an dan 2000-an. (dok. Clamp/NHK via IMDb)

Tak hanya layanan platform berbayar, bioskop juga bisa menjadi tempat menyalurkan kecintaan terhadap anime. CGV Cinema merupakan salah satu jaringan bioskop yang membidik para otaku untuk datang dan menonton anime di sana.

Head of Programming and Content Division CGV Haryani Suwirman mengatakan menayangkan anime menjadi keseriusan mereka untuk menjangkau penonton dari berbagai lapisan serta gaya hidup. Apalagi, respons masyarakat hingga ke daerah selalu baik terhadap anime.

"Dari dulu masyarakat kita sudah dekat dengan Doraemon, Shinchan, Chibi Maruko dan banyak lainnya. CGV hadir melengkapinya dengan upgrade versi layar lebar sehingga memberikan pengalaman lebih," tutur Haryani.

[Gambas:Youtube]



(chri/end)